Komisi XI Berita » Pertumbuhan Kredit Rendah, Bukti Menurunnya Kepercayaan Pelaku Bisnis pada Presiden
Pertumbuhan Kredit Rendah, Bukti Menurunnya Kepercayaan Pelaku Bisnis pada Presiden
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Selasa, 7 Juli 2015 09:44:53

Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam melihat rendahnya pertumbuhan kredit merupakan indikasi pelemahan ekonomi nasional yang perlu ditanggapi secara serius oleh Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

Pertumbuhan Kredit Rendah, Bukti Menurunnya Kepercayaan Pelaku Bisnis pada Presiden
jurnal parlemen

Perlambatan pertumbuhan kredit perbankan juga menjadi salah satu indikator bahwa telah terjadi penurunan kepercayaan pengusaha atau pelaku bisnis kepada Presiden

 

Senayan - Anggota Komisi XI DPR RI Ecky Awal Mucharam menanggapi pernyataan Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, bahwa pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2015 hanya akan mencapai 11-13 persen, lebih rendah dibandingkan prediksi sebelumnya yakni 15-17 persen.

 

Legislator dari Fraksi PKS ini melihat itu merupakan indikasi pelemahan ekonomi nasional yang perlu ditanggapi secara serius oleh Pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

 

"Perlambatan pertumbuhan kredit adalah bukti nyata dari terjadinya pelemahan ekonomi, oleh karena itu Pemerintah harus lebih agresif dan kompak dalam merealisasikan belanjanya," ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Senin (6/7).

 

Perlambatan pertumbuhan kredit tersebut, sambung Ecky, terjadi karena menurunnya kepercayaan sektor swasta kepada Presiden yang memasang target pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen per tahun, sebagaimana disampaikan saat kampanye Pemilihan Presiden tahun lalu.

 

"Perlambatan pertumbuhan kredit perbankan juga menjadi salah satu indikator bahwa telah terjadi penurunan kepercayaan pengusaha atau pelaku bisnis kepada Presiden yang dalam kampanyenya memasang target pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen per tahun, sebagaimana yang juga dibuktikan dengan data indeksi tendensi bisnis di era pemerintahan Jokowi yang semakin menurun," paparnya.

 

Anggota dewan dari daerah pemilihan Jawa Barat III yang meliputi Cianjur dan Kota Bogor tersebut menambahkan,  bank sebagai lembaga intermediasi antara para pemilik dana dengan pihak yang membutuhkan dana sangat terpengaruh dengan perlambatan ekonomi. 

 

Pasalnya, kebutuhan dana untuk kegiatan konsumtif maupun kebutuhan untuk modal usaha menjadi berkurang, dan keputusan konsumsi atau investasi adalah cerminan dari ekspektasi terhadap Pemerintah sebagai aktor utama dalam kegiatan ekonomi.

 

"Oleh karena itu, yang harus dilakukan adalah mempercepat pengeluaran Pemerintah Pusat dan Daerah baik belanja barang maupun modal agar roda ekonomi dan kebutuhan pendanaan perbankan meningkat. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan selaku regulator sebaiknya melonggarkan syarat-syarat pemberian kredit atau pembiayaan perbankan baik di sektor produktif maupun konsumsi domestik," tutup Ecky.

Baca "Komisi XI" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...