Komisi IV Berita » Komisi IV: Harga Daging Meroket, Bukti Manajemen Pemerintah Amburadul
Komisi IV: Harga Daging Meroket, Bukti Manajemen Pemerintah Amburadul
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Senin, 10 Agustus 2015 15:07:13

Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin menyayangkan tingginya harga daging sapi akibat langkanya  persediaan. Hal ini menunjukkan manajemen persediaan yang dilakukan Pemerintah dalam tiga bulan terakhir tidak tertata dengan apik.

Komisi IV: Harga Daging Meroket, Bukti Manajemen Pemerintah Amburadul
jurnal parlemen

Kondisi ini merupakan imbas dari kelalaian kebijakan Pemerintah tiga bulan sebelumnya. Pemerintah harusnya malu, menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-70, malah dihiasi dengan situasi penjajahan akan tingginya harga pangan

 

Senayan - Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin menyayangkan tingginya harga daging sapi akibat langkanya  persediaan. Hal ini menunjukkan manajemen persediaan yang dilakukan Pemerintah dalam tiga bulan terakhir tidak tertata dengan apik. 

 

"Kondisi ini merupakan imbas dari kelalaian kebijakan Pemerintah tiga bulan sebelumnya. Pemerintah harusnya malu, menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-70, malah dihiasi dengan situasi penjajahan akan tingginya harga pangan," ujarnya di Jakarta, Senin (10/8).

 

Politisi dari daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Selatan (Sulsel) II itu mengungkapkan, dalam satu pekan kenaikan daging sapi sampai tiga kali di tingkat pemotongan hewan. 

 

Dengan tingginya harga daging ini, akan membuat rasionalisasi bagi para pedagang besar daging untuk mengklaim bahwa pemberian izin impor sebesar 50.000 ekor sangat jauh dari kebutuhan. Karena sebelumnya, para importir mengajukan kuota impor sebanyak 250 ribu ekor untuk kuartal tiga 2015.

 

“Saya sangat berharap Pemerintah dapat segera memberi solusi terhadap tingginya harga daging sapi tanpa ada impor lagi. Jika opsi impor tetap dilakukan, maka para peternak yang mempersiapkan momentum Idul Adha akan semakin terpuruk pada beberapa bulan ke depan," imbuhnya.

 

Legislator dari Fraksi PKS ini pun menjelaskan bahwa setengah kebutuhan nasional daging diserap di wilayah Banten, Jakarta dan Jawa Barat. Artinya, apabila terjadi gejolak harga atau kelangkaan daging, yang paling merasakan dampaknya adalah wilayah-wilayah tersebut.

 

"Contohnya di sekitar Bandung Raya, seluruh pedagang daging sapi sampai mengajukan mogok jualan mulai Sabtu hingga Rabu mendatang, ini yang membuat pemerintah setempat harus melakukan operasi pasar daging," tuturnya.

 

Lebih lanjut, Andi Akmal memaparkan bahwq saat ini harga di pasaran masih terlalu tinggi, yakni mencapai Rp 120.000 sampai dengan Rp 130.000 per Kilogram (Kg), padahal harga maksimal yang wajar Rp 90.000 per Kg. 

 

Meski begitu, Andi Akmal mengapresiasi beberapa Pemerintah Daerah (Pemda) yang berinisiasi menggelar operasi pasar dengan penjualan harga daging Rp 90.000 per kilogram.

Baca "Komisi IV" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...