Fokus Berita » Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Minggu, 6 September 2015 10:36:57

Kehadiran Ketua DPR RI Setya Novanto bersama Fadli Zon beserta sejumlah anggota DPR dalam acara kampanye terbuka kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dinilai melanggar etika.

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi
Jurnal Parlemen

Para pimpinan dan anggota DPR sedang berada di Amerika Serikat menggunakan fasilitas dan biaya negara. Artinya mereka itu itu mewakili negara

 

Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI Setya Novanto bersama Fadli Zon beserta sejumlah anggota DPR dalam acara kampanye terbuka kandidat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dinilai melanggar etika.

 

Sehubungan dengan itu, muncul desakan agar pimpinan beserta anggota yang ikut serta dalam acara tersebut dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), untuk kemudian dimintai keterangan soal maksud dan tujuannya.  

 

"Para pimpinan dan anggota DPR sedang berada di Amerika Serikat menggunakan fasilitas dan biaya negara. Artinya mereka itu itu mewakili negara," ujar Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris di Jakarta, Minggu (6/9).

 

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini melihat kehadiran Pimpinan DPR di acara kampanye capres di AS itu sangat tidak pantas, apalagi sampai diberi kesempatan untuk tampil memberikan pernyataan.

 

Kehadiran Pimpinan DPR dapat saja diinterpretasikan sebagai dukungan RI kepada salah satu kandidat presiden negara asing.

 

"Apalagi jelas-jelas Donald Trump memperkenalkan Pak Novanto sebagai Ketua DPR RI. Ini sudah ngawur dan memalukan," tegasnya.

 

Oleh karena itu, para Pimpinan DPR harus memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban kepada para anggota dan tentunya kepada rakyat atas kejadian yang memalukan ini.

 

"Peristiwa ini juga menjadi ukuran kinerja MKD DPR RI dalam menjaga nilai etika lembaga DPR," timpalnya.

 

Di tempat terpisah, Guru Besar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana menyayangkan kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Donald Trump. 

 

Dalam tayangan, Donald Trump yang baru selesai berorasi kembali ke panggung dan memperkenalkan Setya Novanto. Dalam kesempatan itu ada pertanyaan Trump kepada Setya Novanto, apakah rakyat Indonesia menyukai saya? Novanto menjawab ya.

 

"Jawaban dan kehadiran Setya Novanto yang diperkenalkan sebagai Ketua DPR, seolah memberi dukungan atas kampanye Trump," katanya di Jakarta, Jumat (4/9).

 

Menurut Hikmahanto, tanpa disadari Ketua DPR dari sebuah negara besar dengan jumlah muslim terbesar dan demokratis telah dimanfaatkan oleh Donald Trump.

 

Untuk itu Ketua DPR perlu mengklarifikasi kehadiran dan jawaban atas pertanyaan Donald Trump karena dapat dianggap sebagai intervensi negara lain terhadap politik dalam negeri suatu negara.

 

"Ini mengingat kehadiran Setya Novanto menggunakan paspor diplomatik," terangnya.

 

Terlebih lagi, masyarakat Indonesia belum tentu tahu siapa itu Donald Trump, apalagi sampai menyukainya.

 

"Mahkamah Kehormatan DPR  perlu menelisik motif kehadiran dan jawaban Ketua DPR dalam kampanye Donald Trump," tukasnya.

Baca "Fokus" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...