Peristiwa Berita » Apa Tujuan PKS Undang 17 Dubes Negara Sahabat ke Acara Munas?
Apa Tujuan PKS Undang 17 Dubes Negara Sahabat ke Acara Munas?
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Jum`at, 11 September 2015 10:10:28

Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada 14-15 September 2015 mendatang akan dihadiri sejumlah duta besar (dubes) negara sahabat untuk Republik Indonesia. Apa tujuannya?

Apa Tujuan PKS Undang 17 Dubes Negara Sahabat ke Acara Munas?
jurnal parlemen

Beberapa dubes yang menyatakan bersedia hadir di antaranya dari negara Inggris dan Singapura

 

Senayan – Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada 14-15 September 2015 mendatang akan dihadiri sejumlah duta besar (dubes) negara sahabat untuk Republik Indonesia. Sedikitnya 17 perwakilan negara sahabat yang akan hadir.

 

Hal tersebut disampaikan Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri (BHLN) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Taufik Ramlan Wijaya saat ditemui di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Jumat (11/9).

 

"Ada 17 perwakilan asing yang diundang di Munas ke-4 PKS, dan beberapa dubes yang menyatakan bersedia hadir. Di antaranya dari negara Inggris dan Singapura. Konfirmasi kehadiran pun masih terus berdatangan hingga Munas nanti," jelas Taufik.

 

Lebih lanjut Taufik menjelaskan, perwakilan dari berbagai negara tersebut akan diundang pada sesi upacara pembukaan Munas ke-4 PKS, Senin 14 September 2015.

 

"Para Dubes tersebut akan mendengarkan orasi politik Presiden PKS dan menyaksikan pelantikan pengurus baru di tingkat pusat," lanjutnya.

 

Taufik juga mengatakan, para dubes tersebut diundang sebagai bentuk pembinaan hubungan dengan negara sahabat juga agar secara langsung dapat merasakan dinamika internal PKS.

 

"Mereka diundang untuk merasakan langsung dinamika internal PKS dan berinteraksi dengan Pimpinan PKS. Diharapkan mereka mendapatkan gambaran yang tepat tentang PKS sebagai partai Islam yang demokratis dan moderat," pungkas Taufik.

 

Sebagaimana diketahui, Munas ke-4 PKS akan digelar dalam berbagai rangkaian kegiatan. Dimulai dari Musyawarah II Majelis Syuro (12/9), beragam Kegiatan Rakyat di Cibubur (13/9), hingga puncaknya berlangsung pada 14-15 September di Depok. 

 

Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman akan memberikan pidato politik tentang arah kebijakan PKS selama lima tahun ke depan yang disertai dengan pelantikan pengurus DPP PKS periode 2015-2020.

Baca "Peristiwa" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...