Komisi III Berita » F-PKB: Pembunuhan Aktivis Lingkungan Salim Kancil Tamparan buat Negara
F-PKB: Pembunuhan Aktivis Lingkungan Salim Kancil Tamparan buat Negara
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Rabu, 30 September 2015 20:48:28

Anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding menyatakan, pembunuhan keji terhadap Salim Kancil dan penganiayaan terhadap adalah tamparan buat negara. ‎Sebab, apa yang diterima Salim Kancil dan Tosan di luar kewajaran, padahal Indonesia adalah negara hukum.

F-PKB: Pembunuhan Aktivis Lingkungan Salim Kancil Tamparan buat Negara
Jurnal Parlemen

Ini menjadi tamparan buat kita soal keamanan, di mana kenyamanan soal berekspresi rakyat kita dicederai. Ini yang repot, alasannya pasti Polisi bilang tidak terdeteksi

 

Senayan - Publik tanah air belakangan ini dikejutkan dengan berita pembunuhan sadis aktivis yang juga petani penolak penambang pasir, Salim Kancil, di Lumajang, Jawa Timur. Tak hanya Salim Kancil, puluhan orang yang diduga preman bayaran juga menganiaya teman Salim Kancil sesama petani, ‎Tosan hingga kritis.

 

Anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding menyatakan, pembunuhan keji terhadap Salim Kancil dan penganiayaan terhadap adalah tamparan buat negara. ‎Sebab, apa yang diterima Salim Kancil dan Tosan di luar kewajaran, padahal Indonesia adalah negara hukum.

 

"Ini menjadi tamparan buat kita soal keamanan, di mana kenyamanan soal berekspresi rakyat kita dicederai. Ini yang repot, alasannya pasti Polisi bilang tidak terdeteksi," katanya di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9).

 

Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)‎ ini mengutuk perbuatan keji terhadap Salim Kancil dan Tosan. Karding pun menginginkan aparat penegak hukum baik Kepolisian maupun Kejaksaan untuk mengusut tuntas dan memberikan hukuman yang setimpal terhadap para pelaku.

 

"Mengutuk perbuatan itu, pasti harus dituntaskan agar menjadi efek jera agar tidak terulang kembali," tegas dia.

 

Selian itu, Karding mengingatkan seharusnya Pemerintah membentuk tim investigasi atau tim khusus. Sebab menurutnya, kasus-kasus seperti yang menimpa Salim Kancil juga bisa terjadi di daerah lain.

 

‎"Saya kira harus dibentuk tim investigasi. Jangan lihat kasus Salim Kancil saja, banyak kasus-kasus sama di daerah-daerah lain. Orang-orang ini harus diinvesitigasi dan dihukum seberat-beratnya," tandas Karding.

 

Dua warga Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Salim Kancil dan Tosan, diduga dianiaya sekelompok orang, Sabtu 26 September 2015.

 

Penganiayaan itu diduga karena Salim dan Tosan menolak tambang pasir ilegal di sekitar Pantai Watu Pecak, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Salim Kancil meninggal dunia, sedangkan Tosan dikabarkan kritis.

Baca "Komisi III" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...