Komisi V Berita » Komisi V Dorong Operator Rampungkan Jalan Tol Jabodetabek Akhir Tahun 2019
Komisi V Dorong Operator Rampungkan Jalan Tol Jabodetabek Akhir Tahun 2019
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Kamis, 1 Oktober 2015 19:54:19

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana mendorong operator mempercepat pembangunan sejumlah ruas jalan tol di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) agar kemacetan di Ibu Kota Negara berkurang.

Komisi V Dorong Operator Rampungkan Jalan Tol Jabodetabek Akhir Tahun 2019
Jurnal Parlemen

Setidaknya harus selesai pada 2019 sehingga bisa mengurangi kemacetan

 

Senayan - Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana mendorong operator mempercepat pembangunan sejumlah ruas jalan tol di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) agar kemacetan di Ibu Kota Negara berkurang. 

 

Legislator dari Fraksi PKS ini mendesak agar jaringan jalan tol Jabodetabek yang menghubungkan Jakarta dan sekitarnya ini bisa selesai akhir Tahun 2019.

 

"Beban terberat ruas tol di Jakarta saat ini ada di Jalur Lingkar Luar Jakarta (JLJ), karena itu pembangunan jaringan jalan tol yang baru harus bisa segera diselesaikan. Setidaknya harus selesai pada 2019 sehingga bisa mengurangi kemacetan," ujarnya ketika memimpin kunjungan kerja Komisi V DPR RI ke sejumlah ruas tol Jabodetabek, Rabu (30/9).

 

Menanggapi pandangan DPR tentang JLJ, Direktur Utama JLJ Yudhi Krisyunoro mengatakan pihaknya telah melakukan beberapa upaya untuk mengurai kemacetan di JLJ mulai dari sodetan hingga jalur baru.

 

"Ada beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengurai kemacetan yang ada, di antaranya menambah jalur tol JLJ antara Kampung Rambutan-Fatmawati dari 3 lajur menjadi 4 lajur dan Sodetan Fatmawati untuk kendaraan kecil dari arteri kita berikan akses masuk ke tol di depan Cilandak Town Square," kata Yudhi.

 

Saat ini, untuk kawasan Jabodetabek ada 18 ruas jalan tol yang akan dibangun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar sudah mulai melakukan pembebasan lahan. Namun, proses pembebasan lahan berjalan lamban. 

Ruas jaringan jalan tol yang masih terkendala pembebasan lahan antara lain ruas Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran (18,86 persen), ruas Kunciran-Serpong (27,65 persen), Serpong-Cinere (persiapan pengadaan tanah), Cimanggis-Cibitung (0,3 persen), Cibitung-Cilincing (10,56 persen), Depok-Antasari (26,42 persen), Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (29,19 persen), dan Cinere-Jagorawi (63,71 persen).

 

"Jaringan jalan tol yang terintegrasi di Jakarta ini sangat membantu untuk mengurai kemacetan. Sayangnya, masih terkendala masalah tanah. Kami berharap operator bisa membuat terobosan agar pembebasan lahan bisa segera tuntas dan jalan tol Jabodetabek ini bisa terhubung mulai akhir 2019," harap Anggota DPR RI asal dapil Jawa Barat IV ini.

Baca "Komisi V" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...