Komisi I Berita » Tantangan Makin Besar, Komisi I Ingatkan Negara Tingkatkan Anggaran TNI
Tantangan Makin Besar, Komisi I Ingatkan Negara Tingkatkan Anggaran TNI
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Minggu, 4 Oktober 2015 21:10:16

Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq, mengungkapkan tantangan besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai komponen utama sistem pertahanan negara di usianya yang ke-70. Oleh karena itu, sudah jadi kewajiban bagi negara untuk mempekuat TNI dari sisi anggaran.

Tantangan Makin Besar, Komisi I Ingatkan Negara Tingkatkan Anggaran TNI
Jurnal Parlemen

Sekali lagi, negara wajib memperkuat TNI dalam semua aspek, baik organisasi, SDM, alutsista dan sarana dan prasarananya

 

Senayan - Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq, mengungkapkan tantangan besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai komponen utama sistem pertahanan negara di usianya yang ke-70. Oleh karena itu, sudah jadi kewajiban bagi negara untuk mempekuat TNI dari sisi anggaran.

 

Salah satu tantangan besar yang dihadapi negara dan TNI saat ini adalah  meningkatnya tensi konflik politik dan keamanan di berbagai kawasan, termasuk di Laut Cina Selatan. 

 

Kemudian, merebaknya kejahatan lintas negara yang bentuknya seperti terorisme, kejahatan siber dan separatisme yang menggalang dukungan internasional. Lalu, pertarungan kepentingan ekonomi terhadap beragam sumber daya yang menggunakan perang proxi. 

 

Selain itu, membesarnya potensi bencana alam akibat danpak persoalan lingkungan juga salah satu tantangan besar.   

 

"Keempat tantangan baru tersebut, bersamaan dengan makin beratnya tugas pokok TNI menjaga kedaulatan dan yuridiksi wilayah NKRI sebagai  negara kepulauan yang ingin mengembangkan diri sebagai negara maritim," ujarnya dalam pesan singkat yang diterima redaksi, Senin (5/10)

 

TNI, sambung Mahfudz, harus juga memiliki kemampuan mengendalikan  semua wilayah, penjagaan terhadap sumber daya alam dan kemampuan menghadapi segala gangguan  wilayah dan sumber daya alam.     

 

"Sekali lagi, negara wajib memperkuat TNI dalam semua aspek, baik organisasi, SDM, alutsista dan sarana dan prasarananya," tegas legislator dari Fraksi PKS ini. 

 

Sebagai bentuk nyata, negara sudah sepatutnya memberikan anggaran yang cukup mengacu kepada postur pertahanan yang dibutuhkan. Apalagi, Presiden menginginkan TNI menjadi kekuatan militer maritim yang tangguh di kawasan. Terlihat aneh jika anggaran TNI justru semakin kecil dibanding tahun sebelumnya. 

 

"Kelemahan regulasi dalam pelaksanaan fungsi selain perang terus dibiarkan dan kesejahteraan prajurit TNI masih dipandang bukan prioritas. Presiden sesuai amanatnya harus mengambil kebijakan dan keputusan penting dalam agenda penguatan TNI. Jika tidak, maka peringatan 70 tahun TNI dan amanat Presiden Joko Widodo lagi-lagi hanya sebatas seremoni," pungkasnya.

Baca "Komisi I" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...