Peristiwa Berita » Anggota F-PPP Ini Berani Bersumpah Tidak Menahan Gaji Asisten Rumah Tangganya
Anggota F-PPP Ini Berani Bersumpah Tidak Menahan Gaji Asisten Rumah Tangganya
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Jum`at, 9 Oktober 2015 03:34:44

Anggota DPR RI Fanny Safriansyah alias Ivan Haz membantah kabar bahwa dirinya tidak memberikan gaji asisten rumah tangga bernama Topiah yang bekerja di apartemennya selama dua bulan terakhir.

Anggota F-PPP Ini Berani Bersumpah Tidak Menahan Gaji Asisten Rumah Tangganya
Pembantu.com

Saya berani bersumpah demi Allah dan Rasulullah itu tidak benar. Saya selalu memberikan gaji kepada Toipah. Saya berani tidak mendapatkan rezeki kalau melakukan itu

 

Senayan - Anggota DPR RI Fanny Safriansyah alias Ivan Haz membantah kabar bahwa dirinya tidak memberikan gaji asisten rumah tangga bernama Topiah yang bekerja di apartemennya selama dua bulan terakhir.

 

Bahkan, anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu berani bersumpah jika dirinya tidak memberikan hak Toipah yang kabur dari apartemennya 30 September lalu. 

 

"Saya berani bersumpah demi Allah dan Rasulullah itu tidak benar. Saya selalu memberikan gaji kepada Toipah. Saya berani tidak mendapatkan rezeki kalau melakukan itu," serunya di Gedung DPR, Senayan,‎ Jakarta, Jumat (9/10). 

 

Kata Ivan Haz, selama lima bulan bekerja dengannya, Toipah selalu‎ meminta upahnya diberikan ke pamannya di kampung. Itulah yang membuat Topiah tidak punya uang saat kabur.

 

"Dari awal Toipah sendiri yang minta gajinya ditransfer ke pamannya, ya saya lakukan. Tapi ‎saya tanya kalau semua diberikan ke pamannya kamu tidak punya uang dong? Lalu dia bilang titip ke saya dulu, nah terus dia kabur. Bagaimana saya memberikan uang itu?" kilahnya. 

 

Lebih lanjut, Ivan mengaku pernah menawari gaji yang dibayarkan tiap pekan kepada Toipah, agar punya pegangan uang.

 

"Saya pernah nawarin, Toi‎fah kamu saya gaji perminggu nanti saya tambahin tapi kamu kerja yang baik ya? Tapi malah akhirnya dia kabur," tandas Ivan.

Baca "Peristiwa" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...