Komisi I Berita » Saefullah Tamliha: Pemimpin Umat Harus Kedepankan Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamiin
Saefullah Tamliha: Pemimpin Umat Harus Kedepankan Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamiin
Penulis : - Editor : Minggu, 11 Oktober 2015 22:05:33

Saefullah Tamliha mengingatkan, kalau saat ini sering muncul ajaran yang menyimpang dari ahlussunnah wal jamaah. Kemudian memaksakan kehendak, itu bertentangan dengan nilai agama dan budaya bangsa.

Saefullah Tamliha: Pemimpin Umat Harus Kedepankan Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamiin

Subang, 10/10

Anggota Komisi 1 DPR RI Saefullah Tamliha mengatakan perbedaan suku, agama, kepercayaan dan budaya merupakan kekayaan bangsa. Oleh karenanya, tidak ada satu kelompok pun di negeri ini bisa memaksakan ajaran dan budayanya kepada kelompok lain. "Jadi, tidak ada istilah Islamisasi, tidak ada istilah kristenisasi. Indonesia bukan negara agama, tapi negara yang beragama", tegas Syaifullah Tamliha ketika berbicara dalam Tabligh Akbar di kampung Bungurgede, Desa Sukahaji Kecamatan Ciasem Kabupaten Subang, Sabtu (10/10).

Saefullah Tamliha mengingatkan, kalau saat ini sering muncul ajaran yang menyimpang dari ahlussunnah wal jamaah. Kemudian memaksakan kehendak, itu bertentangan dengan nilai agama dan budaya bangsa.

Bahkan ia melihat, pemaksaan kehendak satu aliran kepada kelompok lain menunjukkan ada motif politik di belakangnya. "Contohnya ISIS, itu bukan aliran agama, itu kelompok politik dari Irak yang ingin mencari pendukung dari umat Islam di negara lain".

Tamliha mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing jika diajak bergabung dengan ISIS dengan dalih akan dipekerjakan di timur tengah atau ajakan umroh gratis tanpa bayar sepeserpun. "Ciri cirinya mereka tidak membelikan tiket pulang. Kalau hanya menyediakan tiket berangkat itu kemungkinan kelompok ISIS".

Kendati demikian Saifullah Tamliha mengingatkan agar perbedaan paham tidak menimbulkan konflik dan kekerasan. Sebagai bangsa yang berbudaya Ia meminta masyarakat menggunakan hukum dan budaya timur untuk menghadapi semua itu. "Biar aparat keamanan yang menangani kelompok yang mengedepankan kekerasan".

Tamliha mengingatkan para pemimpin agama agar menjaga umatnya dari ajaran yang menyimpang. "Saatnya pemimpin umat mengedepankan ajaran Islam sebagai rahmatan lil alamin".


Tabligh Akbar yang berlangsung di Yayasan Asyafiiyah Desa Sukahaji, Kecamatan Ciasem Subang ini juga menghadirkan pimpinan Pondok Pesantren Tebar Iman Jakarta KH Kholisudin Yusa. Kegiatan ini  mengambil tema Melalui Peringatan Tahun Baru Islam 1437 H Kita Junjung Tinggi Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin.

KH Kholisudin Yusa juga menegaskan bahwa ajaran Islam sejak awal masuknya ke Indonesia tidak pernah menggunakan kekerasan. Demikian juga jika menilik sejarah peradaban Islam, sejarah mencatat Islam dikembangkan ke seluruh dunia tanpa kekerasan. ****

Baca "Komisi I" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...