Dinamika Fraksi Berita » Jika Benar Anggota Fraksi Hanura Korupsi, DPP Hanura Siap Lakukan Pemecatan
Jika Benar Anggota Fraksi Hanura Korupsi, DPP Hanura Siap Lakukan Pemecatan
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Rabu, 21 Oktober 2015 01:06:39

Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana menegaskan pihaknya akan memecat DYL baik dari partai maupun dari anggota DPR jika terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Jika Benar Anggota Fraksi Hanura Korupsi, DPP Hanura Siap Lakukan Pemecatan

Kalau yang bersangkutan terbukti melakukan tindak pidana korupsi, maka akan diberhentikan dari segala jabatannya, karena melanggar sumpah jabatan

 

Senayan - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah menangkap anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura berinisial DYL, dalam operasi tangkap tangan (OTT), pukul 18.45 WIB, Selasa 20 Oktober ‎2015.

 

Menanggapi kabar itu, Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana menegaskan pihaknya akan memecat DYL baik dari partai maupun dari anggota DPR jika terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

 

"Kalau yang bersangkutan terbukti melakukan tindak pidana korupsi, maka akan diberhentikan dari segala jabatannya, karena melanggar sumpah jabatan‎," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/10).

 

Anggota Komisi X DPR RI yang akrab disapa Darus ini menambahkan, saat ini pihaknya sedang menunggu pernyataan resmi dari KPK. Pasalnya, belum ada pengumuman resmi nama-nama yang telah ditangkap dalam OTT kemarin petang.

 

"Kita masih harus menunggu informasi resmi dari KPK terlebih dulu sebelum memutuskan," tandas Darus.

 

DYL ditangkap bersama enam orang lainnya. Diduga ‎penangkapan ini terkait kasus suap sebesar Rp 1,5 miliar untuk memuluskan proyek pembangkit listrik di Sulawesi Selatan.

Baca "Dinamika Fraksi" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...