BK Berita » MKD Beri Sinyal Usut Dugaan Pelanggaran Kode Etik Arzetti
MKD Beri Sinyal Usut Dugaan Pelanggaran Kode Etik Arzetti
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Selasa, 27 Oktober 2015 21:08:54

Mahkamah Kehormatan Dewan DPR akan segera memanggil anggota Komisi VIII DPR Fraksi PKB Arzetti Bilbina yang kabarnya digrebek oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) Divif 2 Kostrad di kamar Hotel Arjuna, Malang, Jawa Timur, Minggu 25 Oktober 2015.

MKD Beri Sinyal Usut Dugaan Pelanggaran Kode Etik Arzetti
Jurnal Parlemen

Nanti kalau sudah menjadi asumsi publik maka MKD akan memanggil Arzetti untuk dimintai keterangannya

 

Senayan - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR akan segera memanggil anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Arzetti Bilbina yang kabarnya digrebek oleh Detasemen Polisi Militer (Denpom) Divif 2 Kostrad di kamar Hotel Arjuna, Malang, Jawa Timur, Minggu 25 Oktober 2015.

 

"Nanti kalau sudah menjadi asumsi publik maka MKD akan memanggil Arzetti untuk dimintai keterangannya," kata anggota MKD Dadang S Mochtar, Selasa (27/10), di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

 

MKD, lanjut Dadang, memiliki dua mekanisme dalam pemanggilan anggota DPR yang diduga melakukan pelanggaran kode etik dewan, yakni dengan aduan dan atau tanpa aduan.

 

"Pertama, tata beracara kita menunggu pelaporan, atau jika sudah menjadi asumsi publik kita bisa memanggil yang bersangkutan tanpa adanya aduan atau pelaporan," jelas politisi Partai Golkar ini.

 

Dadang menambahkan, kemungkinan pihaknya akan menggelar rapat Kamis 29 Oktober 2015 mengenai hal tersebut. 

 

"Kemungkinan MKD Kamis baru rapat, soalnya sekarang anggotanya lainnya banyak yang sedang berada di luar kota. Saya saja baru tiba dari Surabaya," tandasnya.

 

Pihak TNI Angkatan Darat (AD) membenarkan kabar Detasemen Polisi Militer (Denpom) Divif 2 Kostrad telah menggerebek kamar Hotel Arjuna, Malang, Jawa Timur, Minggu 25 Oktober 2015. Saat penggerebekan itu, mereka mendapati anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB Arzetti Bilbina dan seorang perwira TNI AD Letkol Rizki berduaan di dalam kamar.

 

"Peristiwa itu penggerebekan benar terjadi. Ditangkap 25 Oktober kemarin," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Sabrar Fadhilah.

 

Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku mengadakan pertemuan di kamar hotel untuk membahas urusan pekerjaan. Jenderal bintang satu ini menegaskan Denpom Divif 2 Kostrad pun saat ini masih mendalami keterangan Arzetti dan Letkol Rizki dengan tetap berpedoman pada asas praduga tak bersalah.

 

"Penjelasannya sementara, pertemuan dalam rangka kedinasan. Kami masih perdalam dan dahulukan asas praduga tak bersalah," imbuhnya.

 

Sementara itu, Arzetti langsung membantah kabar tersebut. Anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini menyatakan tidak digerebek di kamar hotel. Dia juga membantah bahwa dirinya melakukan perselingkuhan.

 

"Ini aku lagi sama suami. Alhamdulilah, kami berdua baik-baik saja," ujar Arzetti, Senin (26/10).

 

Arzetti menegaskan bahwa apa yang diisukan kepada dirinya adalah kabar bohong, yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Baca "BK" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...