MPR Berita » MPR: Indonesia Punya Opsi Penyeimbang Impor Sapi dari India
MPR: Indonesia Punya Opsi Penyeimbang Impor Sapi dari India
Penulis : Farid Kusuma - Editor : Jurnal Parlemen Selasa, 3 November 2015 00:01:06

Pimpinan MPR RI hari ini menerima kunjungan kehormatan Wakil Presiden India yang juga Ketua Majelis Tinggi (parlemen), Mohammad Hamid Ansari beserta rombongan. Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah persoalan, termasuk wacana kerja sama bidang ekonomi dan budaya.

MPR: Indonesia Punya Opsi Penyeimbang Impor Sapi dari India
Jurnal Parlemen/Farid Kusuma

Jika selama ini Indonesia impor sapi dari Australia, sekarang ada penyeimbang jika kita bisa impor dari India

 

Senayan - Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) hari ini menerima kunjungan kehormatan Wakil Presiden India yang juga Ketua Majelis Tinggi (parlemen), Mohammad Hamid Ansari beserta rombongan. Dalam pertemuan itu, dibahas sejumlah persoalan, termasuk wacana kerja sama bidang ekonomi dan budaya.

 

Salah satu yang dikemukakan oleh Pimpinan MPR RI adalah wacana impor sapi dari India. Jika itu terwujud, Indonesia punya alternatif impor sapi yang selama ini berasal dari Australia.

 

"Kita berharap hubungan antarparlemen menjadi lebih erat lagi, dan berimbas pada kerja sama yang lebih baik lagi antara Indonesia dengan India," ujar Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Selasa (3/11), di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta.

 

Pimpinan MPR RI dan Delegasi India juga bertukarpikiran soal cara membangun demokrasi, dan parlemen kedua negara juga sepakat untuk mendukung program-program Pemerintah yang bertujuan memakmurkan rakyat.

 

"Tadi Pak Oesman Sapta mengungkapkan jika selama ini Indonesia impor sapi dari Australia, sekarang ada penyeimbang jika kita bisa impor dari India. Sedangkan India bisa saja menerima kiriman ekspor dari kita berupa sumber daya alam seperti mineral dan minyak sawit. Untuk teknisnya nanti biar Pemerintah yang mengatur," ungkapnya.

 

Turut hadir bersama Wakil Presiden India sejumlah anggota parlemen antara lain Satyanarayan Jatia, Tathagata Satpathy, Vijaylaxmi Sadho, dan Ritabrata Banerjee. Selain itu, hadir juga Sekretaris Menteri Urusan Luar Negeri India Anil Wadhwa, Sekretaris Wakil Presiden india Swashpawan Singh, Wakil Sekretaris Menlu Monika Motha, dan Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste Gurjit Singh.

 

Kunjungan kehormatan itu diterima oleh seluruh Pimpinan MPR RI, Zulkifli Hasan, Oesman Sapta Odang, Ernest Evert Mangindaan, Mahyudin, dan Hidayat Nur Wahid. 

Baca "MPR" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...