Komisi I Berita » Aksi Teror di Paris Peringatan bagi Indonesia untuk Bersatu Melawan Teroris dan Zionis
Aksi Teror di Paris Peringatan bagi Indonesia untuk Bersatu Melawan Teroris dan Zionis
Penulis : Farid Kusuma - Editor : Jurnal Parlemen Sabtu, 14 November 2015 14:46:33

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyampaikan rasa bela sungkawa atas jatuhnya korban, dan meminta Kedubes RI memastikan WNI di Paris dan sekitarnya aman, meskipun berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri tidak ada WNI yang jadi korban.

Aksi Teror di Paris Peringatan bagi Indonesia untuk Bersatu Melawan Teroris dan Zionis

Tindak kekerasan seperti di Paris dan Palestina ini merupakan serangan terhadap kemanusiaan, oleh karena itu seluruh bangsa harus bersatu melawan aksi terorisme

 

Jakarta - Aksi teror terjadi di Paris, Prancis, Jumat (13/11) atau Sabtu dinihari waktu Indonesia. Diperkirakan lebih dari seratus orang tewas akibat ledakan bom dan penembakan membabi buta. Sejauh ini belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab, meskipun ada spekulasi yang mengaitkan dengan tewasnya tokoh Islamic State of Irak and Syria (ISIS), John Jihadi.

 

Menanggapi tragedi tersebut, anggota Komisi I DPR RI, Sukamta menyampaikan rasa bela sungkawa atas jatuhnya korban, dan meminta Kedubes RI memastikan WNI di Paris dan sekitarnya aman, meskipun berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri tidak ada WNI yang jadi korban. 

 

"Kita jangan terburu-buru menuduh kelompok tertentu sebagai pihak yang bertanggung jawab sebelum melakukan penyelidikan intensif," ujarnya melalui pesan singkat yang diterima redaksi, Sabtu (14/11).

 

Selain mengecam tindak kekerasan ini, Sukamta juga meminta dunia untuk mengecam dan bereaksi keras terhadap sumber terorisme yaitu terorisme negara yang dilakukan oleh Zionis Israel di Palestina yang telah menelan korban puluhan ribu jiwa. 

 

"Tindak kekerasan seperti di Paris dan Palestina ini merupakan serangan terhadap kemanusiaan, oleh karena itu seluruh bangsa harus bersatu melawan aksi terorisme," imbuh Sekretaris Fraksi PKS DPR RI periode 2014-2019 ini.

 

Lebih lanjut, anggota dewan dari Daerah Istimewa Yogyakarta ini menambahkan bahwa seandainya benar insiden ini dilakukan ISIS, sepertinya ini skenario untuk menciptakan konflik yang lebih besar. Setelah Rusia juga terikutkan dengan konflik ISIS di Timur Tengah, sekarang giliran Eropa juga mau diseret ke dalam konflik ini. 

 

Setelah Amerika, Rusia dan Eropa terseret dengan konflik di Timur Tengah ini, maka tidak menutup kemungkinan negara-negara Asia seperti Indonesia juga akan ditarik untuk terlibat. Kalau benar itu terjadi, pola konflik akan membesar. 

 

"Insiden ini merupakan peringatan bagi Indonesia agar bersatu dan bersiap memberantas terorisme. Bisa saja Indonesia dijadikan sasaran aksi seperti Paris kalau kita tidak serius untuk mencegah terorisme. Ini juga tantangan bagi Indonesia sebagai negeri dengan jumlah Muslim terbesar, apakah kita hanya akan menjadi pelanduk dalam skenario konflik global ini?" tukasnya.

Baca "Komisi I" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...