Komisi I Berita » Aksi Teror di Paris Skenario Amerika Libatkan Eropa dalam Konflik Timur Tengah?
Aksi Teror di Paris Skenario Amerika Libatkan Eropa dalam Konflik Timur Tengah?
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Sabtu, 14 November 2015 19:22:28

Anggota Komisi I DPR RI Ahmad Zainuddin menduga, ada skema besar di balik peristiwa terorisme di Paris. Rusia masuk ke Suriah dengan dalih memerangi ISIS.

Aksi Teror di Paris Skenario Amerika Libatkan Eropa dalam Konflik Timur Tengah?

 

Senayan - Aksi penembakan dan pengeboman terhadap warga sipil yang terjadi di Paris, Prancis, Jumat (13/11) malam, merupakan murni tindakan teroris. Wakil Ketua Fraksi PKS MPR RI Ahmad Zainuddin menyebut tindakan tersebut sebagai penistaan terhadap kemanusiaan. 

 

"Tindakan teror, menakuti hingga membunuh manusia dengan alasan apapun tidak bisa dibenarkan. Kita semua mengutuk tindakan biadab terorisme di Paris," ujar Zainuddin di sela-sela kegiatan reses di dapilnya di Jakarta Timur, Sabtu (14/11). 

 

Mengutip pemberitaan sejumlah media massa, aksi teror di Paris diduga kuat dilakukan kelompok Islamic State of Irak and Syria (ISIS). Berhubung Prancis termasuk dalam sekutu Amerika Serikat (AS), maka evaluasi sikap dan pandangannya dalam menghadapi terorisme adalah keharusan, karena ISIS sendiri merupakan bentukan AS. 

 

"Dalam dokumen AS, Menlu Hillary Clinton pernah menyatakan jika ISIS bentukan mereka. Sekarang, ISIS diduga di balik teror Paris. Jadi ini hanya permainan saja," jelas anggota Komisi I DPR bidang pertahanan dan luar negeri ini. 

 

Lebih lanjut, Zainuddin juga menduga, ada skema besar di balik peristiwa terorisme di Paris. Rusia masuk ke Suriah dengan dalih memerangi ISIS. Ini mengancam dominasi AS dalam konflik Timur Tengah. Karenanya AS ingin menarik Eropa untuk terlibat dalam konflik Timur Tengah.

 

AS sangat ingin memerangi ISIS dan menjatuhkan rezim Assad sebagai satu paket. Sementara Rusia memerangi ISIS tapi mendukung rezim Assad. Eropa mengambil sikap tengah. Konteks Eropa, memerangi ISIS sekadar untuk mencegah arus imigran lebih besar lagi. 

 

"Dengan teori seperti itu, terlihat seperti ada upaya menarik keterlibatan Eropa lebih jauh dalam konflik Timur Tengah. Tahapan selanjutnya, dalam program global war on terror jilid dua AS. Saya kira teror di Prancis kuat dalam skenario ini," jelas politisi yang juga pengamat Timur Tengah ini. 

 

Untuk itu, Zainuddin mengingatkan Pemerintah Indonesia lebih hati-hati dan bijaksana dalam merespon dinamika global ini. Perlindungan terhadap warga negara dan kedaulatan NKRI menjadi prioritas dengan tetap menunjukkan Indonesia sebagai negara demokrasi muslim terbesar dunia.

 

"Indonesia jangan terseret. Tapi harus menunjukkan peran dan kontribusi sebagai negara demokrasi muslim terbesar bahwa kita punya sikap dan cara berbeda dengan yang dilakukan Barat terhadap terorisme," pungkasnya.

Baca "Komisi I" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...