MPR Berita » Impor Daging dan Skenario Mematikan Industri Peternakan Sapi
Impor Daging dan Skenario Mematikan Industri Peternakan Sapi
Penulis : - Editor : Sabtu, 2 Februari 2013 17:33:40
Impor Daging dan Skenario Mematikan Industri Peternakan Sapi
JurnalParlemen/Hadi Rahman

Niat melakukan swasembada daging tanpa dibarengi kebijakan menutup keran impor daging hanya akan menjadi janji politik pepesan kosong.

Jakarta - Pemenuhan kebutuhan daging sapi di dalam negeri dengan cara impor mencerminkan sektor ini telah dimasuki 'mafia daging' yang erat kaitannya dengan kapitalisme global.

"MPR dalam melihat kasus kelangkaan daging nasional dan kebijakan impor yang mengakibatkan mahalnya harga daging di dalam negeri sebagai suatu aspek bekerjanya sistem kapitalisme global," ujar Sekretaris Fraksi PDIP MPR RI Achmad Basarah kepada JurnalParlemen, Sabtu (2/2).

Menurut anggota Komisi III DPR ini, kapitalis global bekerja sama dengan kaum birokrat komprador yang menjadi kaki tangan kepentingan asing. Akibatnya, sentra-sentra pengelolaan  peternakan sapi dalam negeri, baik oleh industri maupun oleh rakyat mengalami defisit.

"Suatu hal yang mustahil terjadi dalam suatu negeri yang kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sebagian besar hidup sebagai petani seperti di Indonesia ini. Singkatnya, kebijakan impor daging merupakan satu kesatuan skenario dimatikannya secara sistemik industri peternakan sapi nasional," ujarnya.

Basarah menambahkan, kegiatan impor daging sapi yang hingga kini masih terus berlangsung membuktikan program swasembada daging belum tercapai. Hal ini lantaran kebijakan untuk menuju arah swasembada daging, masih banyak yang perlu dipertanyakan, baik dari sisi konsistensi, keberpihakan pada peternak lokal, dan kebijakan pendukung program tersebut.

"Niat melakukan swasembada daging tanpa dibarengi kebijakan menutup keran impor daging hanya akan menjadi janji politik pepesan kosong," tegasnya.

Soal langkah KPK membongkar kasus suap impor daging, Basarah mengatakan penegakan hukum atas dugaan korupsi dalam kasus impor daging ini harus mempunyai manfaat bagi kepentingam rakyat untuk mendapatkan kembali ketersediaan daging nasional dengan harga yang terjangkau agar gizi rakyat dapat diperbaiki.

Baca "MPR" Lainnya
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
1234
Selasa, 16 September 2014 06:01:33
Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

  Senayan – Pelaksana Tugas ...
Sabtu, 30 Agustus 2014 13:01:03
Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

  Jakarta - Isu kenaikan harga Bah...
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
1234

MATA MASSA

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Sidang Terakhir SBY Bersama DPR dan DPD

CursorTerpopuler

Diprotes IDI, Ribka Tjiptaning Minta Buka-bukaan Soal Profesi Dokter

Senayan - Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning menantang Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin untuk buka-bukaan soal profesi dokter di Indo...
Iklan Footer