Interupsi Berita » Ketika Setya Novanto Bercerita tentang Guru Teladannya
Ketika Setya Novanto Bercerita tentang Guru Teladannya
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Rabu, 25 November 2015 16:37:32

Dalam peringatan Hari Guru Nasional, Rabu (25/11), Ketua DPR RI Setya Novanto mengajak seluruh anak bangsa untuk merefleksikan peran Guru sebagai salah satu agen perubahan.

Ketika Setya Novanto Bercerita tentang Guru Teladannya
Jurnal Parlemen

Teladan itulah yang pernah saya peroleh saat mengenyam pendidikan Sekolah Dasar 73 Tebet Jakarta Selatan, dan Sekolah Menengah 9 Jakarta pada dua orang sosok guru dan pendidik

 

Senayan - Dalam peringatan Hari Guru Nasional, Rabu (25/11), Ketua DPR RI Setya Novanto mengajak seluruh anak bangsa untuk merefleksikan peran Guru sebagai salah satu agen perubahan. Menurutnya, tidak ada kemajuan tanpa diawali gerakan perubahan, dan gerakan perubahan tidak lepas dari keterlibatan guru dalam segala aspek.

 

Kualitas kehidupan bangsa sangat ditentukan oleh mutu pendidikan. Pendidikanlah yang mengangkat harkat dan martabat, membuat kita sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Pendidikanlah yang membuka mata kita satu sama lain tentang dunia yang sedang kita hadapi.

 

"Saya menyadari sepenuhnya dan tidak akan pernah melupakan keterlibatan dan peran penting para guru. Mereka adalah ujung tombak mutu dan kualitas kehidupan bangsa yang turut menentukan wajah Indonesia di hadapan negara-negara lain," ujarnya di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

 

Tidak kalah penting, lanjut Novanto, guru mewariskan teladan tentang bagaimana menjalani kehidupan yang baik. Teladan tentang kehidupan yang berkhidmat pada warisan leluhur. Teladan yang tidak sekadar diperoleh dari bangku sekolah, pendidikan formal, namun dari setiap interaksi kehidupan keseharian.

 

"Teladan itulah yang pernah saya peroleh saat mengenyam pendidikan Sekolah Dasar 73 Tebet Jakarta Selatan, dan Sekolah Menengah 9 Jakarta pada dua orang sosok guru dan pendidik," sebutnya.

 

Politisi yang kini tengah disorot lantaran kasus dugaan mencatut nama Presiden dalam proses perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia, mengenang jasa gurunya yang bernama Ruhiyat, Sang guru dinilai bisa menempatkan dirinya sebagai sosok pengajar Bahasa Indonesia yang kalem dan penyabar. Hampir tak pernah ada amarah dari raut wajahnya, meski dikelilingi puluhan siswa dengan tabiat dan perilaku yang cenderung menjengkelkan.

 

"Lain halnya dengan Ibu Sukati. Meski ia adalah seorang wanita, luapan amarah dan emosinya senantiasa menghiasi keseharian siswa SMA 9 kala itu. Boleh jadi sosok guru mata pelajaran Matematika Al-Jabar, juga turut mencirikan lazimnya guru Matematika yang terkenal galak," katanya.

 

Meski begitu, Novanto mengenang kedua sosok yang cenderung berlainan karakter tersebut memiliki ciri guru dan pendidik yang sesungguhnya. Mereka tidak sekadar mengajarkan apa yang tertera di atas kertas dan tercoret di papan tulis. Mereka mewariskan keteladan, bahwa kesabaran dan amarah yang ditujukkan pada saya mengandung nilai universal tentang bagaimana menghadapi hidup dengan sabar dan mendisiplinkan diri dengan baik.

 

"Dari Bapak Ruhiyat lah saya meneladani kesabaran dalam menghadapi segala ujian kehidupan. Apalagi sebagai publik figur yag senantiasa tidak pernah sepi dari fitnah, isu maupun gosip. Dari Ibu Sukatilah saya memperoleh teladan tentang bagaimana mendisiplinkan diri dalam meraih impian dan tujua hidup. Hidup yang cenderung keras membutuhkan ketegasan dan kedisiplan, agar kita mampu menakklukkannya, demikian ungkap Ibu Sukati saat itu," paparnya.

 

Politisi Partai Golkar ini pun menyebut tipikal guru seperti itulah yang mampu berperan penting dalam peningkatan mutu kehidupan bangsa dan negara. Mutu yang tidak cuma dinilai dari peningkatan material, tapi juga spiritual.

 

"Saya berterima kasih atas segala sumbangsih yang diberikan oleh para guru. Para guru dalam arti yang luas, baik itu tenaga pengajar formal, informal, pendidik dan mereka yang menjalankan aktivitas pengajaran dan pendidikan demi membangun kualitas kehidupan anak bangsa," tandasnya.

Baca "Interupsi" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...