Aspirasi Publik Berita » Ini Cara Laskar Aswaja untuk Melawan Gerakan Radikal ISIS
Ini Cara Laskar Aswaja untuk Melawan Gerakan Radikal ISIS
Penulis : Farid Kusuma - Editor : Jurnal Parlemen Sabtu, 28 November 2015 20:58:25

Tindakan radikalisme dapat dicegah dengan cara persuasif dan preventif. Tindakan persuasif dapat dilakukan dalam bentuk dialog, dan tindakan preventif dapat berupa edukasi dan sosialisasi secara sistematis dan masif.

Ini Cara Laskar Aswaja untuk Melawan Gerakan Radikal ISIS

Brigade Aswaja akan melakukan gerakan Islam Rahmatan Lil A’alamin ke berbagai Ponpes, Majli Ta’alim dan lembaga pendidikan lainnya

 

Tangerang - Tindakan radikalisme yang bersembunyi di balik jubah agama kian marak terjadi, baik pada skala global maupun nasional. Aksi kekerasan tidak harus dilawan dengan kekerasan dalam bentuk balas dendam yang hanya menyisakan permusuhan berkepanjangan.

 

Dewan Pimpinan Pusat Laskar Aswaja dengan tegas menentang aksi teror yang mengatasnamakan agama, dan juga menolak aksi balasan dalam bentuk kekerasan. 

 

Tindakan radikalisme dapat dicegah dengan cara persuasif dan preventif. Tindakan persuasif dapat dilakukan dalam bentuk dialog, dan tindakan preventif dapat berupa edukasi dan sosialisasi secara sistematis dan masif.

 

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan DIKLATSUS BRAJA I DPP Laskar Aswaja Se-DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat, yang bertempat di Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Cisoka, Kabupaten Tangerang. 

 

Kegiatan yang dilaksanakan mulai tanggal 27 hingga 29 November 2015 yang diikuti oleh ratusan peserta tersebut bertujuan membentuk Brigade Ahlussunnah Wal Jama’ah (BRAJA). 

 

BRAJA akan membawa misi Laskar Aswaja untuk mengawal dan menjaga nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah yang esensinya adalah Islam Rahmatan Lil A’lamin.

 

Ketua Panitia DIKLATSUS I DPP Laskar Aswaja,Iman AinulHasan mengatakan, untuk melawan aksi teror dalam bentuk tindakan kekerasan dan intimidasi tidak harus dengan kekerasan, tetapi bisa dengan edukasi dan sosialisasi. 

 

"Brigade Aswaja akan melakukan gerakan Islam Rahmatan Lil A’alamin ke berbagai Ponpes, Majli Ta’alim dan lembaga pendidikan lainnya," tegasnya.

 

Terhadap aksi-aksi teror yang dilancarkan kelompok radikalis Islamic state of Iraq and Syria (ISIS) dan kelompok-kelompok lainnya yang mengatasnamakan agama, Laskar Aswaja menilai gerakan tersebut bukan atas dasar norma agama, tetapi pemahaman atas ajaran agama yang salah. Pemahaman dan pemikiran yang salah itu tentu harus diluruskan.

 

"Pemerintah melalui Kementerian Agama harus serius melakukan pendekatan dialogis dan memberikan porsi yang lebih pada program-program edukasi bekerja sama dengan Pondok Pesantren, Majlis Ta’lim dan Ormas-ormas keagamaan. Gerakan edukasi ini akan menangkal penyebaran ideologi ISIS dan radikalisme lainnya," kata Ketua Umum DPP Laskar Aswaja, Adhi’thobink Permana.

Baca "Aspirasi Publik" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...