Peristiwa Berita » Jadi Juru Kampanye di Semarang, Ara Kedepankan Komunikasi Dua Arah
Jadi Juru Kampanye di Semarang, Ara Kedepankan Komunikasi Dua Arah
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Selasa, 1 Desember 2015 20:56:03

Maruarar Sirait, tokoh muda PDI Perjuangan sekaligus Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) yang melakukan kampanye untuk pasangan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanto Rahayu di Lapangan Simpang Lima Semarang menjadi dialogis dan komunikatif.

Jadi Juru Kampanye di Semarang, Ara Kedepankan Komunikasi Dua Arah

 

Semarang - Sudah jadi hal biasa jika kampanye di panggung terbuka bersifat monologis, di mana calon kandidat atau juru kampanye menyampaikan visi, misi dan program si calon secara satu arah.

 

Namun, tidak demikian dengan kampanye di Semarang dalam rangkaian proses Pilkada serentak. Adalah Maruarar Sirait, tokoh muda PDI Perjuangan sekaligus Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) yang melakukan kampanye untuk pasangan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanto Rahayu di Lapangan Simpang Lima Semarang menjadi dialogis dan komunikatif.

 

Selain diusung PDI Perjuangan, Hendrar-Hevearita juga diusung oleh Partai Nasdem, Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

 

Begitu berada di panggung, Maruarar memanggil dan berdialog dengan seorang bernama Sobleh (17). Kepada Sobleh, politisi yang akrab disapa Ara bertanya tentang pembangunan di Semarang selama lima tahun terakhir. Sobleh mengatakan selama kepempimpin Hendi, begitu Hendrar disapa, kemajuan kota Semarang sangat signifikan.

 

"Jalan-jalan tambah bagus. Jalan di Gung Pati tambah bagus. Yang sekarang saya tunggu dari Pak Hendi membikin PSIS (Persatuan Sepak Bola Indonesia Semarang) menjadi luar biasa," ungkap Sobleh di hadapan ribuan hadirin di Lapangan Simpang Lima Semarang, Selasa (1/12).

 

Maruarar pun langsung mengajak Hendi ke Panggung. Kepada Hendi, Maruarar bertanya kepada Hendi terkait cara dan strateginya untuk membuat PSIS semakin maju, berkualitas dan diperhitungkan dalam liga sepak bola nasional. Paling tidak agar PSIS bisa sejajar dengan Persib Bandung atau Persebaya.

 

Hendi mengatakan bahwa ia sangat senang ditanyakan soal ini. Ia pun sangat bangga sebab punya tokoh sekelas Maruarar Sirait yang pada tahun ini menjadi Ketua SC Piala Presiden serta mampu menjadikan olahraga nasional bangkit sebagaimana dikatakan banyak kalangan.

 

Sebagaimana pandangan pengamat, pelaku sepakbola, pemain, dan manajer klub. Piala Presiden ini berlangsung secara transparan, sportif, fair-play dan benar-benar menjadikan olahraga nasional sebagai hiburan rakyat serta bisa menggerakan ekonomi rakyat. Mereka pun menilai Piala Presiden sebagai titik tolak kebangkitan sepak bola nasional.

 

"Mas Ara ini Ketua SC Piala Presiden, lima tahun ke depan kita bareng-bareng besarkan PSIS. Kita juga punya Gubernur Jawa Tengah, saudara kita, Mas Ganjar Pranowo. PSIS harus mandiri. Kita bisa merekrut pemain-pemain terbaik, sehingga PSIS menjadi juara nasional," ungkap Hendi, yang menjadi Wali Kota sejak 2013 setelah sebelumnya dua tahun menjabat Wakil Wali Kota Semarang.

 

Maruarar mengingatkan bahwa pejabat publik, selain harus mendengarkan suara dan aspirasi rakyat, juga yang tak kalah penting adalah bersikap dan berkata jujur kepada rakyat. 

 

Maruarar kemudian mengkonfirmasikan kepada Hendi, terkait dengan angka pengangguran di Semarang yang menurun dratis. Hendi pun menjelaskan bahwa ada banyak cara untuk mengatasi pengangguran, seperti memperbanyak bantuan modal dan mengundang investor. 

 

Pada tahun 2012, banyak investor mulai terkait menanam investasi di Semarang. Maka hasilnya, pada tahun 2010 angka pengangguran mencapai 11,7 persen dan pada tahun 2014 sudah turun mrnjadi 7,2 persen. Angka kemiskinan juga turun menjadi 5,2 persen di tahun 2014, dari 8,5 persen di tahun 2010.

 

Dengan capaian seperti ini, Maruarar pun yakin pasangan nomor urut dua ini menang. Setelah sesi dialog selesai, Maruarar yang tercatat sebagai anggota Komisi XI DPR RI dan Hendi turun panggung untuk menyalami warga.

 

Hadir dalam kampanye ini Wakil Bendahara DPP PDIP Juliari Bautabara, anggota DPR Imam Soeroso dan para pimpinan daerah partai pengusung. Nampak di antara ribuan hadirin SNEK dan Panser Biru, yang merupakan supporter PSIS, serta kader-kader Taruna Merah Putih.

Baca "Peristiwa" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...