Aspirasi Publik Berita » Pelaku Usaha LTC Apresiasi Upaya Maruarar Wujudukan Revolusi Mental
Pelaku Usaha LTC Apresiasi Upaya Maruarar Wujudukan Revolusi Mental
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Jurnal Parlemen Senin, 7 Desember 2015 18:50:58

Ketua Asosiasi Pelaku Usaha di LTC, Alex Suharni, sangat senang dengan peresmian gerai ini. Apalagi di gerai ini ada enam instansi sekaligus sehingga memudahkan sekitar 2500 pemilik kios di LTC untuk berkonsultasi. Ia pun sangat berterimakasih kepada Maruarar Sirait.

Pelaku Usaha LTC Apresiasi Upaya Maruarar Wujudukan Revolusi Mental

 

Jakarta - Kementerian Perdagangan bersama lima instansi lainnya, hari ini membentuk Posko Bersama yakni Gerai Informasi dan Pelayanan, di Lindeteves Trade Center (LTC), Glodok, Jakarta.

 

Gerai itu bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi para pelaku usaha terkait Standard Nasional Indonesia (SNI) dan pelabelan barang. Sementara ‎kelima instansi lainnya itu adalah Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan dan Polri.  

 

"Posko bersama ini menjembatani komunikasi antara pelaku usaha dan pemerintah, khususnya pelaku usaha di bidang perdagangan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya," kata Direktur Jenderal Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan, Widodo, di Jakarta, Senin (7/12).

 

Widodo menjelaskan, posko didirikan untuk memberikan pemahaman terkait dengan peraturan di bidang SNI, pencantuman label dalam bahasa Indonesia pada barang, kewajiban melengkapi petunjuk penggunaan dalam bahasa Indonesia pada produk elektronika, serta peraturan di bidang kepabeanan.

 

‎Widodo berharap pembukaan posko ini menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi pelaku usaha. Widodo juga mengapresiasi  kepada anggota Komisi XI dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, yang bisa hadir dalam peresmian gerai ini. 

 

‎Bagi Maruarar, pembukaan gerai ini adalah wujud Revolusi Mental dan bagian dari Refomasi Birokrasi. Dengan adanya gerai ini, maka layanan publik menjadi lebih dekat, dan pelaku usaha bisa dengan mudah berkonsultasi dengan pihak yang berwenang.

 

Usai gunting pita peresmian, Maruarar pun memfasilitasi‎ dialog antara pedagang dengan Widodo dan lima perwakilan instansi lainnya. 

 

Seorang pedagang minta penjelasan terkait dengan barang yang legal, sebab baginya kalau barang sudah masuk kios artinya barang itu legal sebab sudah lolos legalitasnya sejak di pelabuhan melalui pemeriksaan Bea Cukai. Ia pun berharap ada kepastian hukum dari pemerintah agar usaha berjalan kondusif‎. 

 

Sesuai dengan aspirasi pedagang, Maruarar pun bertanya tentang kewenangan dan tugas Kominfo. Pihak Kominfo mengatakan bahwa kehadirannya adalah untuk memberi pemahaman terkait dengan persyaratan teknis. 

 

Setiap barang yang masuk harus memenuhi persyaratan teknis, lalu diadajakan pengujian barang, lalu disertifikasi. Misalnya barang berupa handphone, HT atau yang mengadung frekuensi lainnya. 

 

Ketua Asosiasi Pelaku Usaha di LTC, Alex Suharni, sangat senang dengan peresmian gerai ini. Apalagi di gerai ini ada enam instansi sekaligus sehingga memudahkan sekitar 2500 pemilik kios di LTC untuk berkonsultasi. Ia pun sangat berterimakasih kepada Maruarar Sirait.

 

"Ini berkat Bang Ara. Berkat perjuangan Bang Ara. Waktu diskusi tanggal 6 November lalu, Bang Ara yang mengusulkan agar pusat layanan informasi dekat kepada publik. Bagi kami, ini contoh Revolusi mental," ungkap Alex. 

 

Pada 6 November lalu, para pedagang di Lindeteves Trade Center (LTC) nampak puas dan lega usai dialog dengan pemangku kepentingan. Mereka lega usai berdialog dengan dipandu anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Maruarar Sirait. 

 

Dalam dialog yang dihadiri sekitar 500 pedagang ini, Maruarar menggunakan mekanisme yang berbeda. Dialog sama sekali tidak dimulai dengan pemaparan dari narasumber. Dialog diawali dengan mendengarkan terlebih dahulu aspirasi dari para pedagang. 

 

Saat membuka diskusi, Maruarar juga menekankan bahwa pemerintahan Jokowi ini mau agar benar-benar hukum tegak, dan di saat yang sama perekonomian juga kondusif. 

 

Para hadirin pun dengan kompak mengatakan setuju kepada Maruarar, bahwa mereka tidak ingin menjual barang ilegal, mereka ingin penegakkan hukum berjalan dan juga ingin iklim usaha bagus.

 

Hadir dialog ini sebagai narasumber adalah Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi, Dirjen Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Kementerian Perdagangan Widodo, Kasubdit I Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri AKBP Sandi Nugroho dan Direktur Kriminalitas Khusus Kombes Pol Mujiono‎. 

 

Dalam dialog ini muncul gagasan untuk mendirikan gerai informasi dan layanan publik sehingga pelaku usaha paham terkait barang-barang legal dan SNI.

Baca "Aspirasi Publik" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...