Peristiwa Berita » Lewat Voting, Komisi III Tentukan Lima Pimpinan KPK Periode 2015-2019
Lewat Voting, Komisi III Tentukan Lima Pimpinan KPK Periode 2015-2019
Penulis : Farid Kusuma - Editor : Jurnal Parlemen Jum`at, 18 Desember 2015 00:15:14

Gagal mendapatkan mufakat dalam rapat pleno, Komisi III DPR RI harus menempuh mekanisme voting untuk menentukan lima orang Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (17/12) malam.

Lewat Voting, Komisi III Tentukan Lima Pimpinan KPK Periode 2015-2019
Jurnal Parlemen

 

Senayan - Gagal mendapatkan mufakat dalam rapat pleno, Komisi III DPR RI harus menempuh mekanisme voting untuk menentukan lima orang Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (17/12) malam.

 

Dalam proses penentuan ini, 54 anggota Komisi III yang hadir diberikan secarik kertas berisi sepuluh nama calon pimpinan KPK. Proses voting akan dilakukan dua tahap. Pertama, setiap anggota akan memilih lima dari sepuluh nama yang ada.

 

Untuk dapat dinyatakan lolos, setiap capim harus mengantongi 28 suara. Jumlah tersebut setara dengan setengah plus satu jumlah anggota Komisi III yang hadir. Jika tidak mencapai jumlah suara minimal, maka capim akan dinyatakan gugur. Setelah diperoleh lima nama, voting tahap kedua digelar.

 

Setelah voting pertama dan kedua dilakukan, didapat lima Pimpinan KPK masa jabatan 2015-2019, yakni; Basaria Panjaitan, Alexander Marwarta, Agus Rahardjo, Laode Muhammad Syarif, dan Saut Situmorang.

 

"Jadi yang berhak jadi pimpinan KPK 2015-2019 adalah Alexander Marwata, Basaria Panjaitan, Saut Situmorang, Agus Rahardjo, Laode Muhammad Syarief," kata Ketua Komisi III Aziz Syamsuddin usai penghitungan suara di Ruang Rapat Komisi Hukum DPR.

 

Satu dari lima pimpinan baru KPK itu adalah perempuan dan berasal dari Polri, sedangkan tiga nama yang berasal dari KPK kalah suara dari lima pimpinan yang baru terpilih termasuk Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Pribowo dan mantan wakil ketua KPK Busyro Muqqodas.

 

Berikut adalah hasil voting Komisi III yang dilakukan oleh 54 anggota:

 

1. Sujanarko (Direktur Direktorat Pembinaan Jaringan Kerjasama Antar Komisi dan Instansi KPK) = 3 suara

2. Alexander Marwata (Hakim Ad Hoc Tipikor PN Jakarta Pusat) = 46 suara

3. Johan Budi Sapto Pribowo (Plt Pimpinan KPK) = 25 suara

4. Saut Situmorang (Staf Ahli Kepala BIN) = 37 suara

5. Surya Tjandra (Dosen FH Unika Atma Jaya) = 0 suara

6. Robby Arya Batra= 14 suara

7. Basaria Panjaitan (Polri) =51 suara

8. Agus Rahardjo (Kepala Lembaga Kebijakan Barang/Jasa Pemerintah) = 53 suara

9. Laode Muhamad Syarif (Rektor FH Universitas Hasanudin) = 37 suara

10. Busyro Muqqodas = 2 suara.

 

Kemudian, dalam voting pemilihan Ketua KPK, Agus Rahardjo terpilih sebagai Ketua KPK periode 2015-2019 dengan perolehan 44 suara, sedangkan Basaria Panjaitan hanya mendapat 9 suara, Saut Situmorang 1 suara, dan tidak ada yang memilih Alexander Marwata dan Laode Muhammad Syarif.

Baca "Peristiwa" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...