Komisi II Berita » PKS Tak Persoalkan Judul RUU Pilkada
PKS Tak Persoalkan Judul RUU Pilkada
Penulis : - Editor : Kamis, 14 Februari 2013 13:36:06
PKS Tak Persoalkan Judul RUU Pilkada
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Anggota Panja RUU Pilkada dari F-PKS Agus Poernomo.

Senayan - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) tak mempersoalkan judul RUU Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang diajukan pemerintah.

"Kita tetap pemilihan kepala daerah, tetapi muatannya nanti ada wakil kepala daerah," kata anggota Panja RUU Pilkada dari F-PKS Agus Poernomo kepada JurnalParlemen di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/2).

Sikap F-PKS ini sama dengan Fraksi Partai Demokrat, Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Amanat Nasional, dan Fraksi Partai Gerindra.

Dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU Pilkada kompilasi fraksi-fraksi per 16 Januari 2013, Fraksi PDIP mengusulkan rumusan judul RUU tentang Pemilihan Umum Gubernur, Bupati, dan Walikota.

Penyempurnaan substansi ini merujuk Pasal 18 ayat (4) UUD 1945 yang menyebut 'Gubernur, Bupati, dan Walikota masing-masing sebagai kepala pemerintah daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis'

Merujuk Putusan MK No. 012-013/ PUU-ll/2004, interpretasi MK setidaknya melahirkan dua hal pokok pemahaman yang bersifat umum.

Pertama, proses pemilihan pejabat penyelenggara pemerintahan, yaitu Presiden/Wakil Presiden, DPR, DPD, DPRD, dan Gubernur, Bupati serta Walikota dalam kelompok kategori yang sama, yakni pemilihan umum sebagaimana dimaksud Padal 22E UUD NRI 1945.

Kedua
, penyelenggara dan penyelenggaraannya diatur terpisah dari pengaturan otonomi daerah. Penyelenggara oleh KPU sebagaimana diatur dalam UU 15/2011 Penyelenggara Pemilu. Dan, penyelenggaraanya diatur dalam UU tersendiri, sebagaimana proses pemilihan pejabat penyelenggara pemerintahan sebagai rezim pemilihan umum.

Sementara, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) mengusulkan judul RUU tentang Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Judul RUU diubah karena adanya tambahan substansi, bahwa kepala daerah dipilih bersama-sama dengan wakil kepala daerah.

Perubahan substansi, karena kepala daerah dipilih bersama-sama dengan wakil kepala daerah dalam satu pasangan/paket.  Wakil kepala daerah tidak diisi oleh pejabat karier, tetapi merupakan jabatan politis. Jabatan karier cukup sampai di sekretaris daerah. Mengenai adanya fenomena disharmonisasi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah, perlu dilakukan regulasi yang lebih jelas, detail dan ketat mengenai bentuk hubungan kerja sama kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam RUU pemda. Sehingga  dengan adanya regulasi yang tegas tersebut dapat meminimalisir terjadinya disharmonisasi antara kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) mengusulkan judul RUU Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah. Sedangkan, Fraksi Partai Hanura mengusulkan judul RUU tentang Pemilihan Umum Kepala Daerah.

Panja RUU Pilkada akan kembali menggelar rapat dengan Eselon I Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kamis siang ini. "Kemarin baru pemanasan, klaster, masuk ke judul," kata Agus Poernomo.

Baca "Komisi II" Lainnya
Selasa, 11 November 2014 16:21:51
Benarkah Upaya Rujuk KIH-KMP Masih Belum Berjalan Mulus?

Benarkah Upaya Rujuk KIH-KMP Masih Belum Berjalan Mulus?

  Senayan - Upaya rujuk antara Koa...
Selasa, 21 Oktober 2014 08:33:55
Pembagian Komisi di DPR Tak Melulu soal Kompetensi Anggota

Pembagian Komisi di DPR Tak Melulu soal Kompetensi Anggota

  Senayan - Setiap Anggota DPR RI ...
Rabu, 24 September 2014 13:12:11
UU Hak Cipta Baru Jamin Keamanan atas Karya Seniman

UU Hak Cipta Baru Jamin Keamanan atas Karya Seniman

  Senayan - Ketua Umum Persatuan A...
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
1234
Sabtu, 8 November 2014 07:47:56
Pengamat: Tahun 2015, Momen Menentukan bagi Perekonomian Indonesia

Pengamat: Tahun 2015, Momen Menentukan bagi Perekonomian Indonesia

  Jakarta - Sebentar lagi memasuki...
Rabu, 29 Oktober 2014 09:56:47
Menilik Legalitas SK Menkumham yang Mengesahkan PPP Kubu Romi

Menilik Legalitas SK Menkumham yang Mengesahkan PPP Kubu Romi

  Senayan - Anggota DPR RI Al Muzz...
Senin, 27 Oktober 2014 05:07:44
Hentikan Penguasaan Asing, Pemerintah Perlu Turunkan Suku Bunga

Hentikan Penguasaan Asing, Pemerintah Perlu Turunkan Suku Bunga

  Jakarta - Tingginya suku bunga d...
Rabu, 15 Oktober 2014 09:28:02
Pengamat: Jokowi-JK Tak Perlu Risau Parlemen Dikuasai KMP

Pengamat: Jokowi-JK Tak Perlu Risau Parlemen Dikuasai KMP

  Jakarta - Menjelang terbentuknya...
1234
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 26 November 2014
Komisi III RDP dengan PPATK
Rabu, 26 November 2014
Komisi VII RPD dengan Pertamina
Rabu, 26 November 2014
Komite I DPD RDP dengan Menkominfo

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Pimpinan BPK Sambangi DPR Bahas Kerja Sama

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...
Iklan Footer