Komisi II Berita » Pembahasan RUU ASN Tunggu Pemerintah
Pembahasan RUU ASN Tunggu Pemerintah
Penulis : - Editor : Jurnal Parlemen Kamis, 21 Februari 2013 11:14:52
Pembahasan RUU ASN Tunggu Pemerintah
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Anggota Panja RUU ASN Gamari Sutrisno

Senayan - Panitia Kerja (Panja) RUU Aparatur Sipil Negara (ASN) Komisi II DPR masih menunggu sikap akhir pemerintah soal sejumlah hal krusial dalam RUU tersebut.

Menurut anggota Panja RUU ASN Gamari Sutrisno, ada beberapa subtansi yang harus segera disikapi pemerintah. "Kalau belum ada sikap resmi pemerintah, ya kita belum bisa bergerak lebih lanjut untuk membahasnya," kata Gamari kepada JurnalParlemen, Kamis (21/2).

Politisi PKS ini menambahkan, pemerintah dalam hal ini sejumlah menteri terkait seperti Menteri Dalam Negeri (Mendagri),  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), serta Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan akan melakukan presentasi di depan Presiden dalam forum sidang kabinet.

"Jadi, yang sebetulnya lambat dalam hal ini adalah pihak pemerintah sendiri. Karena mereka belum satu bahasa, lalu dibawa ke level wapres dan nampak ada kesepakatan. Tapi para menteri mau menghadap presiden. Kita tunggu saja hasilnya," kata Gamari.

Isu krusial yang belum disepakati, kata Gamari, antara lain soal Jabatan Eksekutif Senior (JES), usia pensiun, dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Untuk diketahui, RUU ASN ini sudah dibahas dalam lima kali masa sidang. Komisi II menargetkan RUU ini bisa disahkan dalam Masa Persidangan III Tahun Sidang 2012-2013 yang akan berakhir April 2013.

Baca "Komisi II" Lainnya
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
Selasa, 3 Desember 2013 06:05:05
Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

HUBUNGAN Indonesia dengan tetangga di se...
1234
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
Selasa, 12 Februari 2013 16:52:48
Mengungkap Mafia Impor Daging

Mengungkap Mafia Impor Daging

PENANGKAPAN petinggi parpol terkait im...
1234

MATA MASSA

Para petani makin jauh dari sejahtera. Akan berbahaya bila petani beralih profesi jadi karyawan. Implikasinya, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi

Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
Ion Infra Energy
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 2013-2014

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...