Aspirasi Publik Berita » Jampersal Perlukah Ditinjau Ulang?
Jampersal Perlukah Ditinjau Ulang?
Penulis : Jurnal Parlemen - Editor : Jurnal Parlemen Kamis, 29 November 2012 20:05:08

saya hanya menyampaikan apa yang ada pikiran dan hati

Dalam beberapa hari ini saya mengamati pasien-pasien di bagian perawatan persalinan. Kebetulan memang istri saya juga baru operasi sesar dan menempati ruangan perawatan kelas tiga di sebuah RSUD milik Pemerintah DKI Jakarta.

Mayoritas pasien di kelas tiga ini menggunakan Jaminan Persalinan (Jampersal) yang diluncurkan Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih. Mereka ini adalah pasien-pasien yang dirujuk dari Puskesmas di DKI Jakarta. Namun, dalam kenyataannya saya lihat mereka ini secara fisik kelihatannya berkecukupan. Buktinya dari segi makanan dan perhiasan yang digunakannya saya lihat mereka cukup mampu.

Dampak tidak langsungnya, ada yang tidak mengenakan dari perlakuan satpam penjaga ruangan perawatan di kelas tiga ini. Saya merasa istri saya yang membayar penuh dari uang keringat sendiri dan juga keringat teman-teman diperlakukan seperti pasien Jampersal. Pasiennya tidak boleh ditemani satu pun oleh anggota keluarga. "Ya, namanya juga kelas tiga," demikian celetuk seorang satpam dengan nada melecehkan.

Memang dalam peraturannya di kelas tiga, pasien tidak boleh ditemani anggota keluarganya. Tapi saya pikir peraturan itu jangan terlalu saklek, harus fleksibel apalagi kalau pasien tersebut baru operasi.

Saya menyarankan kepada Menkes untuk mengevaluasi Jampersal ini. Selain tidak mendukung Keluarga Berencana (KB) mungkin banyak juga orang yang tidak berhak malah keenakan bikin anak. Bila Menkes tidak mengevaluasi Jampersal ini saya kira DPR harus mengkritisi "Proyek Pencitraan" ini.


Salam

Edwin Simatupang

Depok, Jawa Barat

 

Baca "Aspirasi Publik" Lainnya
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
Selasa, 3 Desember 2013 06:05:05
Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

HUBUNGAN Indonesia dengan tetangga di se...
1234
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
Selasa, 12 Februari 2013 16:52:48
Mengungkap Mafia Impor Daging

Mengungkap Mafia Impor Daging

PENANGKAPAN petinggi parpol terkait im...
1234

MATA MASSA

Para petani makin jauh dari sejahtera. Akan berbahaya bila petani beralih profesi jadi karyawan. Implikasinya, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi

Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
Ion Infra Energy
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 2013-2014

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...