Komisi V Berita » Komisi V Kawal Realisasi Program Perumahan Rakyat
Komisi V Kawal Realisasi Program Perumahan Rakyat
Penulis : - Editor : Rabu, 6 Maret 2013 16:00:16
Komisi V Kawal Realisasi Program Perumahan Rakyat
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Menpera Djan Faridz saat menghadiri raker dengan Komisi V DPR RI, Rabu (6/3).

Senayan - Komisi V DPR RI memastikan bakal mengawal dan mengawasi pelaksanaan dan realisasi program perumahan rakyat yang menjadi konsen Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), termasuk segera menyelesaikan semua permasalahan Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) TA 2012 paling lambat diselesaikan pada akhir Maret 2013.

Menurut Wakil Ketua Komisi V DPR Mulyadi saat membacakan kesimpulan raker dengan Menpera, Rabu (6/3), permasalahan BSPS di antaranya menyangkut pembayaran 100 persen kepada penerima BSPS berdasarkan SK yang telah dikeluarkan oleh Kemenpera. Kemenpera juga mesti segera menyelesaikan pembayaran dana Bantuan Operasional (BOP) dan gaji Tim Pendamping Masyarakat (TPM).

Lanjut Mulyadi, Komisi V juga mendesak Kemenpera untuk segera menyelesaikan hal-hal yang diamanatkan oleh UU Nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman dan UU Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun termasuk menyangkut kelembagaan Kementerian dan Badan-badan.

Sementara, dalam rangka transparansi dan akuntabilitas publik, Komisi V meminta Kemenpera untuk mempublikasikan seluruh nama Kepala Keluarga (KK) dan alamat penerima bantuan Program Rumah Swadaya berdasarkan SK Kemenpera tahun anggaran 2012, struktur organisasi dan personelnya serta Tim Pendamping Masyarakat di masing-masing Kabupaten/Kota di website Kemenpera.

"Komisi V meminta Kemenpera untuk menyampaikan data realisasi penyaluran dana BSPS dan BOP tahun anggaran 2012 per masing-masing kabupaten/kota," ujarnya.

Kata Mulyadi, Komisi V juga sepakat dengan Kemenpera agar pengusulan program BSPS TA 2013 berbasis Desa Tuntas, di mana verifikasi faktualnya dilakukan oleh Kemenpera, bukan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Komisi V juga meminta Kemenpera dalam pembangunan rumah susun, terhadap keadaan tertentu dengan mempertimbangkan kondisi lahan dan bangunan yang ada (eksisting), dapat dilakukan dengan membuat desain tersendiri, tidak harus berdasarkan tipikal desain yang sudah disiapkan.

"Komisi V pun dapat memahami dan menyetujui usulan perubahan target terbangunnya 217 twin blok (TB) rusun pada 2012 dengan rincian kombinasi kontrak, yaitu 126 TB single years contract (penyelesaian akhir tahun 2012). Dan 91 TB multi years contract 2012-2013, terdiri tahun 2012 dengan alokasi tiga persen Rp 18,06 miliar dan tahun 2013 dengan alokasi 97 persen Rp 584 miliar."

Mulyadi menambahkan, Komisi V mendesak Kemenpera untuk segera menyelesaikan tindak lanjut semua rekomendasi atas 28 temuan pada hasil pemeriksaan BPK semester I tahun 2012 dalam rangka mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang transparan dan akuntabel.

Baca "Komisi V" Lainnya
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
1234
Sabtu, 30 Agustus 2014 13:01:03
Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

  Jakarta - Isu kenaikan harga Bah...
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
1234

MATA MASSA

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Sidang Terakhir SBY Bersama DPR dan DPD

CursorTerpopuler

Diprotes IDI, Ribka Tjiptaning Minta Buka-bukaan Soal Profesi Dokter

Senayan - Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning menantang Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin untuk buka-bukaan soal profesi dokter di Indo...
Iklan Footer