Pro-Kontra Berita » Pendidikan Dini Seks demi Cegah AIDS
Pendidikan Dini Seks demi Cegah AIDS
Penulis : Jurnal Parlemen - Editor : Jurnal Parlemen Sabtu, 1 Desember 2012 00:19:46
Pendidikan Dini Seks demi Cegah AIDS

Anggota Komisi VIII Ingrid Kansil. Foto/Andri Nurdriansyah/JPcom

Penting pula memperhatikan lingkungan sosial agar memberikan dukungan dan tidak mengucilkan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA)

Pendidikan seks dini untuk mengenal HIV penting dilakukan. Bukan hanya kepada anak sekolah, tapi juga anak-anak jalanan. Sebab anak-anak jalanan terbukti rentan terhadap karena lebih banyak menghabiskan waktunya di luar. Hal ini berdampak pula pergaulan di jalanan yang hampir tidak terkontrol.

Selain itu, penting pula memperhatikan lingkungan sosial agar memberikan dukungan dan tidak mengucilkan Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Artinya, pencegahan HIV-AIDS memang penting, karena penyakit ini terus menjamur.
Namun yang tak kalah penting adalah memberi dukungan agar tetap bisa hidup layak. Mereka pun butuh semangat dan penerimaan dari masyarakat agar tetap bisa melanjutkan hidup. Terutama ODHA pada anak-anak yang seharusnya terus didukung untuk dapat meraih impiannya.

Sebagai anggota Komisi VIII yang berurusan dengan perempuan dan anak-anak, saya melihat terjangkitnya HIV/AIDS pada perempuan dan anak-anak bisa jadi karena mereka korban yang tidak memahami penyakit ini. Karena itu advokasi dan sosialisasi harus terus digencarkan.

Pemerintah Daerah perlu melakukan pengecekan berkala terhadap kaum perempuan yang terjangkit, dan mencari tahu penyebabnya. Bisa saja kejahatan seksual merupakan penyebab perempuan dan anak-anak terjangkit penyakit ini.

Penanggulangan penyakit ini memang berada di bawah Kementerian Sosial dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP dan PA).  Kemensos yang merumuskan regulasinya bersama Kementerian PP dan PA. Kemensos merumuskan regulasi bersifat sosial dan Kemen PP & PA fokus pada perlindungan perempuan dan anak terhadap penyakit ini.

(Ingrid Kansil, anggota Komisi VIII dari Partai Demokrat)

Baca "Pro-Kontra" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...