Komisi V Berita » Pemerintah Terus Bangun Bandara di Sejumlah Daerah
Pemerintah Terus Bangun Bandara di Sejumlah Daerah
Penulis : - Editor : Selasa, 19 Maret 2013 16:06:08

Pada 2013 ada 12 bandara baru yang akan dioperasikan. Tahun 2014-2015, pemerintah juga akan menyelesaikan pembangunan 12 bandara.

Senayan - Dalam rangka mengantisipasi peningkatan penumpang pengguna jasa transportasi udara, pemerintan terus melakukan pembangunan bandar udara di sejumlah daerah.

Saat ini, kata Menteri Perhubungan EE Mangindaan dalam raker dengan Komisi V, Selasa (19/3), ada 163 bandar udara. Dari jumlah itu, 13 bandar udara di bawah pengawasan dan kontrol PT Angkara Pura I untuk wilayah Indonesia bagian timur dan 13 bandara lainnya berada di bawah kontrol PT Angkasa Pura II untuk wilayah barat.

Lebih lanjut Menhub mengatakan, mengacu pada UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, khususnya pada pasal 193 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional dan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor KM 11 Tahun 2010 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional dan rencana strategi Kemenhub Nomor KP 1134 Tahun 2012 tentang perubahan atas keputusan Menhub Nomor 7 Tahun 2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun 2010-2014, sistem kebandarudaraan ini menggambarkan perencanaan bandar udara berdasarkan rencana tata ruang pertumbuhan ekonomi, keunggulan komparatif wilayah, kondisi alam dan geografi, keterpaduan intra dan antar moda transportasi, kelestarian lingkungan, keselamatan dan keamanan penerbangan, serta keterpaduan dengan sektor pembangunan lainny.

Mangindaan mengatakan, untuk mengantisipasi perkembangan dan lonjakan masyarakat pengguna jasa transportasi udara ini, pemerintah terus melakukan pengembangan atau penambahan pembangunan bandar udara. "Pada 2013 ada 12 bandara baru yang akan dioperasikan, di antaranya di Muara Bungo Jambi, Bandar Udara Bone Sulewesi Selatan, Bandara Kufar Seram Bagian Timur," ujarnya.

Sementara, untuk 2014-2015, kata Mangindaan, setidaknya pemerintah akan kembali menyelesaikan pembangunan sembilan bandara baru di wilayah timur dan tiga bandara baru di wilayah barat.

Mangindaan juga menambahkan, saat ini setidaknya ada 35 bandar udara yang digunakan secara bersama untuk penerbangan sipil dan militer (TNI).

Baca "Komisi V" Lainnya
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
Selasa, 10 Maret 2015 09:10:26
Pimpinan DPR Bicara soal Wacana Pembiayaan Parpol oleh APBN

Pimpinan DPR Bicara soal Wacana Pembiayaan Parpol oleh APBN

  Senayan - Menteri Dalam Negeri T...
Rabu, 7 Januari 2015 07:57:42
Penyandang Disabiltas Tagih Janji Kampanye Jokowi

Penyandang Disabiltas Tagih Janji Kampanye Jokowi

  Senayan - Salah satu janji kampa...
Selasa, 11 November 2014 16:21:51
Benarkah Upaya Rujuk KIH-KMP Masih Belum Berjalan Mulus?

Benarkah Upaya Rujuk KIH-KMP Masih Belum Berjalan Mulus?

  Senayan - Upaya rujuk antara Koa...
1234
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
Senin, 11 Mei 2015 14:43:41
Pemerintah Jangan Cuma Mengejar Pertumbuhan Ekonomi Semu lewat Investor Asing

Pemerintah Jangan Cuma Mengejar Pertumbuhan Ekonomi Semu lewat Investor Asing

  Manado - Ekonom dari Universitas...
Sabtu, 25 April 2015 09:38:44
Ini Catatan Penting Jika Indonesia Ingin Mempererat Kerja Sama dengan Tiongkok

Ini Catatan Penting Jika Indonesia Ingin Mempererat Kerja Sama dengan Tiongkok

  Jakarta - Selama berlangsungnya ...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI
Senin, 12 Januari 2015
Rapat Paripurna DPR Pembukaan Masa Sidang II


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Pimpinan BPK Sambangi DPR Bahas Kerja Sama

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...
Iklan Footer