Peristiwa Berita » Waspadai Penggunaan Uang Negara untuk Kepentingan Parpol
Waspadai Penggunaan Uang Negara untuk Kepentingan Parpol
Penulis : - Editor : Minggu, 24 Maret 2013 13:24:06

Kecenderungannya, ada menteri-menteri yang turun ke lapangan tapi kepentingan negaranya hanya dua jam, selebihnya untuk urusan partainya.

Waspadai Penggunaan Uang Negara untuk Kepentingan Parpol
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Ray Rangkuti

Jakarta - Menjelang Pemilu 2014, harus diwaspadai kemungkinan maraknya para menteri atau pejabat yang berafiliasi dengan partai politik, turun ke lapangan tapi menggunakan uang APBN.

"Kecenderungan ada menteri-menteri yang turun ke lapangan, tapi kepentingan negaranya hanya dua jam, selebihnya untuk urusan partainya," kata aktivis dan pengamat politik Ray Rangkuti dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta, Minggu (24/3).

Seperti diketahui, dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II, ada tiga ketua umum parpol yang jadi menteri, yaitu Menko Perekonomian Hatta Rajasa (PAN), Menteri Tenaga Kerja Muhaimin Iskandar (PKB), dan Menteri Agama Suryadharma Ali (PPP). Selebihnya ada beberapa menteri yang juga berasal dari parpol, antara lain Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan (PAN), Menteri Perhubungan EE Mangindaan dan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan (Demokrat), dan Menkominfo  Tifatul Sembiring.

Sementara, di daerah banyak kepala daerah yang memasang iklan layanan masyarakat dengan menempelkan foto kepala daerah. "Harusnya diatur, bahwa kebijakan atau sosialisasi peraturan daerah tidak boleh menempelkan foto kepala daerah," katanya.

Menurut Ray, saat ini ada kecenderungan para kepala daerah tidak membagikan uang tunai. Namun memperbesar anggaran Bantuan Sosial (Bansos), yang pada hakekatnya sama saja dengan korupsi. Mereka menggunakan uang negara, seolah-olah untuk membangun, padahal sebenarnya untuk kepentingan diri dan parpolnya.

Koordinator Advokasi dan Investigasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, banyak anggaran di sejumlah dinas di daerah yang diambil untuk pengamanan pemilu. Padahal, polisi sudah mendapat anggaran dari APBN dan PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak), sehingga tidak boleh membebani APBD.

Baca "Peristiwa" Lainnya
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
1234
Selasa, 16 September 2014 06:01:33
Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

  Senayan – Pelaksana Tugas ...
Sabtu, 30 Agustus 2014 13:01:03
Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

  Jakarta - Isu kenaikan harga Bah...
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
1234

MATA MASSA

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Sidang Terakhir SBY Bersama DPR dan DPD

CursorTerpopuler

Diprotes IDI, Ribka Tjiptaning Minta Buka-bukaan Soal Profesi Dokter

Senayan - Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning menantang Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin untuk buka-bukaan soal profesi dokter di Indo...
Iklan Footer