Kelengkapan Berita » Timsin dan Timus RUU Ormas Bahas Sumber Keuangan Ormas
Timsin dan Timus RUU Ormas Bahas Sumber Keuangan Ormas
Penulis : - Editor : Senin, 25 Maret 2013 15:29:39

Pembahasan RUU Ormas saat ini sudah sampai di tingkat Timsin dan Timus. Hari Ini, rapat membahas soal sumber-sumber keuangan ormas.

Timsin dan Timus RUU Ormas Bahas Sumber Keuangan Ormas
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Malik Haramain

Yang dibahas hari ini soal laporan keuangan di pasal 38, 39 RUU Ormas, dan soal sumber keuangan ormas.

Senayan - Rapat Timsin (tim sinkronisasi) dan Timus (tim perumus) RUU Ormas Senin (25/3) ini, secara khusus membahas pasal-pasal yang berkaitan dengan sumber-sumber keuangan ormas, termasuk penggunaan, serta pertanggungjawabannya.

Ini penting mengingat banyak ormas yang mendapatkan dana dari publik selama ini, tapi jarang dilaporkan ke publik lewat media. Sehingga, penyumbang sering kali tidak tau uang itu untuk apa, berapa yang masuk dan keluarnya.

"Yang dibahas hari ini soal laporan keuangan di pasal 38, 39 RUU Ormas, dan soal sumber keuangan ormas," ujar Ketua Pansus RUU Ormas Malik Haramain usai memimpin rapat.

Kata Malik, sumber-sumber keuangan ormas itu terdiri dari iuran, sumbangan masyarakat, APBN/APBD, serta bisa juga dari bantuan yang lain. "Nah terhadap jenis-jenis bantuan itu, ada 3 bantuan umum," ujarnya.

Yang pertama, sumber keuangan ormas yang berasal dari iuran anggota. Dalam hal ini, ormas harus melaporkan keuangannya sesuai dengan AD/ART atau aturan internal lainnya.

Yang kedua, untuk sumber dana dari masyarakat umum (publik), ormas harus menyampaikan kepada publik melalui media sesuai dengan standar akuntasi.

Yang ketiga, untuk anggaran yang bersumber dari APBN/APBD, maka dilaporkan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Di antaranya audit oleh BPK.

Kalau sumber keuangan ormas itu berasal dari dana yang dikumpulkan di antara anggota mereka sendiri, cukup menggunakan aturan internal mereka sendiri. Apakah AD/ART atau aturan internal lainnya. Bisa juga aturan organisasinya.

"Itu yang dibahas soal sumber keuangan Ormas tersebut," tuturnya.

Baca "Kelengkapan" Lainnya
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
1234
Sabtu, 30 Agustus 2014 13:01:03
Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

  Jakarta - Isu kenaikan harga Bah...
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
1234

MATA MASSA

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Sidang Terakhir SBY Bersama DPR dan DPD

CursorTerpopuler

Diprotes IDI, Ribka Tjiptaning Minta Buka-bukaan Soal Profesi Dokter

Senayan - Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning menantang Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin untuk buka-bukaan soal profesi dokter di Indo...
Iklan Footer