Komisi VIII Berita » RUU Produk Kesehatan Rumah Tangga Selangkah Lagi Disahkan
RUU Produk Kesehatan Rumah Tangga Selangkah Lagi Disahkan
Penulis : - Editor : Kamis, 18 April 2013 08:18:41

RUU Pengawasan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) dibikin untuk melindungi masyarakat dari risiko produk yang tak sesuai standar.

RUU Produk Kesehatan Rumah Tangga Selangkah Lagi Disahkan
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Irgan Chairul Mahfiz

Senayan - RUU tentang Pengawasan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga (PKRT) makin dekat untuk jadi undang-undang. Jika tiada aral merintang, maka RUU ini akan disahkan pada masa persidangan IV Tahun Sidang 2012-2013.

Ketua Pansus Pengawasan Farmasi Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, semua persoalan dalam RUU tersebut selesai dibhas pada waktu rapat kerja dengan mitra kerja pemegang amanat presiden. DPR dan pemerintah sepakat tidak ada lagi permasalahan mendasar yang perlu diperdebatakan lagi terkait produk berupa alat maupun perbekalan kesehatan rumah tangga. 

"Saat ini RUU sudah dalam pembahasan di tingkat Panja. Kita usahakan rampung tahun 2013 untuk kemudian segera disahkan menjadi undang-undang," kata Irgan Chairul Mahfiz kepada JurnalParlemen, Rabu (17/4) di Kompleks Parlemen Senayan.

Selama proses pengkajian, banyak sumber yang diminta pendapat soal RUU ini. Pendapat itu lalu dirangkum dalam naskah akademik dan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Kini, masalah-masalah yang terangkum sudah masuk dalam tahap pembicaraan tingkat pertama antara Panja, Pansus dan pejabat eselon I mitra kerja DPR. Rampung dari itu, selangkah lagi RUU ini disahkan.

"Sebelumnya ada permintaan untuk menambah judul RUU dengan Pangan Olahan. Tetapi hal itu tidak bisa kita akomodasi karena sudah ada RUU Pangan No. 18 Tahun 2012," kata legislator dari dapil Banten III.

Menurut Irgan, RUU ini perlu segera disahkan supaya masyarakat terhindar dari risiko membajirnya beragam produk layanan farmasi, alat kesehatan, dan perbekalan rumah tangga. UU ini akan membentengi konsumen dari penggunaan produk yang mengabaikan standar perlindungan yang tepat.

 

Baca "Komisi VIII" Lainnya
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
1234
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
1234

MATA MASSA

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Sidang Terakhir SBY Bersama DPR dan DPD

CursorTerpopuler

Isu Ancaman Keselamatan Capres, Seriuskah?

Senayan - Martin Hutabarat, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, memperkirakan pilpres mendatang bakal aman-aman saja. Ia menepis isu yang dilontarkan Pr...
Iklan Footer