Peristiwa Berita » Masyarakat Tunggu Kepastian Harga Kenaikan BBM
Masyarakat Tunggu Kepastian Harga Kenaikan BBM
Penulis : - Editor : Selasa, 30 April 2013 08:24:51

LANGKAH pemerintah membatalkan rencana kenaikan BBM bersubsidi dua harga adalah realistis. Pemerintah lalu fokus pada kenaikan BBM dengan satu harga, namun belum menetapkan berapa besarannya.

Masyarakat Tunggu Kepastian Harga Kenaikan BBM
JurnalParlemen/Dzikry Subhanie

Saya rasa pemerintah belajar dari hasil dialog dengan banyak pihak bahwa kebijakan dua harga itu memang diragukan azas konstitusionalitasnya

Senayan -  Pemerintah tetap akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, namun dengan satu harga. Rencana kebijakan sebelumnya, menaikkan BBM subsidi dengan dua harga, dibatalkan.

 

Menurut anggota Komisi XI DPR Arif Budimanta, pembatalan rencana tersebut mencerminkan pemerintah mendengarkan keberatan dari banyak pihak. Pemerintah menyadari bahwa implementasi kebijakan BBM subsidi dua harga tidak akan efektif dan justru berisiko masalah sosial yang berimbas ke politik.

 

"Saya rasa pemerintah belajar dari hasil dialog dengan banyak pihak bahwa kebijakan dua harga itu memang diragukan azas konstitusionalitasnya," ujar Arif Budimanta kepada JurnalParlemen.

 

Fokus pada pilihan kebijakan berdasarkan masukan banyak pihak, termasuk kepala daerah, pemerintah tinggal menetapkan besaran harga kenaikan BBM. "Masyarakat saat ini sedang menunggu berapa harga yang ditetapkan pemerintah setelah BBM dinaikkan," ujarnya.

 

Selasa (30/4), Presiden SBY akan menjelaskan keputusan terkait kenaikan BBM kepada kepala daerah se-Indonesia dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrembangnas) di Hotel Bidakara, Jakarta. Menteri ESDM Jero Wacik menegaskan, pemerintah memang sedang mempersiapkan kebijakan kenaikan harga BBM bersubsidi dengan satu harga.

 

"Masyarakat sepertinya keberatan dengan sistem kenaikan BBM dua harga. Diperkirakan lebih sulit (jika diimplementasi). Dari DPR juga suaranya seperti itu. Ada harapan untuk biar satu harga saja, lebih praktis dan rakyat siap. Rakyat sudah mengerti," kata Jero Wacik di Kantor Presiden, Jakarta, Senin ( 29/4).

 

Sebelumnya, pemerintah berencana mengurangi subsidi BBM bagi pengguna mobil pribadi dengan menerapkan harga Premium pada kisaran Rp 6.500 per liter. Sementara pengguna sepeda motor dan angkutan umum masih bisa membeli Premium dengan harga Rp 4.500 per liter.

 

Baca "Peristiwa" Lainnya
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
1234
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
1234

MATA MASSA

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Sidang Terakhir SBY Bersama DPR dan DPD

CursorTerpopuler

Isu Ancaman Keselamatan Capres, Seriuskah?

Senayan - Martin Hutabarat, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, memperkirakan pilpres mendatang bakal aman-aman saja. Ia menepis isu yang dilontarkan Pr...
Iklan Footer