Komisi X Berita » Panja RUU Perbukuan Targetkan Lunasi Utang Legislasi
Panja RUU Perbukuan Targetkan Lunasi Utang Legislasi
Penulis : Farid Kusuma - Editor : Hadi Rahman Senin, 6 Mei 2013 08:39:16

RUU Perbukuan akan memuat aturan yang dibutuhkan masyarakat agar buku-buku di Indonesia berkualitas, bertanggung jawab, murah, dan mudah dijangkau. Perjalanannya baru sampai di panitia kerja Komisi X. 

Panja RUU Perbukuan Targetkan Lunasi Utang Legislasi
JurnalParlemen

Perpustakaan 

Karena buku adalah sarana penting dalam pendidikan, maka dari itu sangat penting untuk diatur

Jakarta – Jelang pertengahan tahun 2013, Komisi X DPR belum juga menuntaskan pembahasan beberapa rancangan undang-undang yang merupakan utang legislasi tahun lalu. RUU Perbukuan misalnya, masuk dalam Prolegnas 2012 tapi belum beres hingga kini.

 

"Hingga saat ini, RUU Perbukuan masih dalam pembahasan di tingkat Komisi dengan membentuk Panja. Kami pun telah mengundang para pemangku kepentingan untuk mendapatkan masukan yang positif," ujar anggota Komisi X DPR yang juga anggota Panja RUU Perbukuan, Ahmad Zainuddin, kepada JurnalParlemen, di Jakarta, Senin (6/5).

 

Menurut Zainuddin, proses legislasi RUU Perbukuan masih panjang dan memakan waktu. Setelah digodok di Panja Komisi X dan ditetapkan sebagai RUU usulan DPR, barulah dibahas bersama pemerintah untuk diproses menjadi undang-undang.

 

"Melihat prosesnya yang masih panjang, kemungkinan RUU ini tak akan rampung di masa persidangan IV," katanya lirih. Kendati begitu, ia yakin RUU Perbukuan selesai pada tahun sidang 2012-2013. 

 

Apa pentingnya DPR menggodok RUU Perbukuan?

 

"Ini merupakan aturan tegas yang dibutuhkan agar buku-buku di Indonesia berkualitas, bertanggung jawab, murah dan terjangkau oleh masyarakat. Karena buku adalah sarana penting dalam pendidikan, maka dari itu sangat penting untuk diatur," tegas legislator asal Jakarta ini.

 

UU Perbukuan akan menjadi aturan berbagai macam buku yang beredar di Tanah Air. Tak terkecuali, buku mata pelajaran dan buku-buku umum yang relevan dengan pendidikan reguler.

 

Februari lalu, Panja RUU Perbukuan melakukan kunjungan kerja ke India untuk mempelajari tata kelola perpustakaan dan penerbitan buku. India dipilih karena mampu menyediakan buku berkualitas dengan harga murah. Buku-buku berbahasa Inggris terbitan Eropa dan Amerika Serikat banyak dicetak di India.

 

Baca "Komisi X" Lainnya
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
Selasa, 3 Desember 2013 06:05:05
Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

HUBUNGAN Indonesia dengan tetangga di se...
1234
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
Selasa, 12 Februari 2013 16:52:48
Mengungkap Mafia Impor Daging

Mengungkap Mafia Impor Daging

PENANGKAPAN petinggi parpol terkait im...
1234

MATA MASSA

Para petani makin jauh dari sejahtera. Akan berbahaya bila petani beralih profesi jadi karyawan. Implikasinya, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi

Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
Ion Infra Energy
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 2013-2014

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...