Peristiwa Berita » Bagaimana Kriteria Ideal Capres 2014?
Bagaimana Kriteria Ideal Capres 2014?
Penulis : - Editor : Jum`at, 10 Mei 2013 06:37:48

TIGA tokoh--Rizal Ramli, Irman Gusman dan Sutiyoso--bersuara tentang kriteria presiden yang pantas memimpin Indonesia pada 2014. Mereka menjadikan Soekarno sebagai patokan pemimpin Indonesia yang ideal. 

Bagaimana Kriteria Ideal Capres 2014?
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

(Dari kiri ke kanan) Sutiyoso, Irman Gusman, dan Rizal Ramli.

syarat seorang calon presiden mendatang harus memiliki visi yang jelas. Salah satunya mampu mengejar ketertinggalan dari negara tetangga, terutama Malaysia, dalam kurun waktu lima tahun

 

Jakarta – Kepemimpinan Soekarno pada masa lalu menjadikan Indonesia sebagai negara yang paling maju di Asia Tenggara dan amat disegani kalangan dunia. Kepemimpinan itulah yang ingin diwujudkan oleh Rizal Ramli, Irman Gusman, dan Sutiyoso.

 

"Indonesia sungguh menyedihkan. Dengan beragam sumber daya dan pemerintahan yang katanya hasil dari demokrasi, kita tak mampu menjadi negara yang makmur. Berbeda dengan zaman Bung Karno. Meski bukan negara kaya, ketegasannya dalam memimpin membuat kita disegani, bahkan oleh negara maju seperti Amerika Serikat," ujar Rizal Ramli dalam diskusi bertajuk Hitam Putih Capres 2014, Kamis (9/5), di Jakarta.

 

Mantan Menko Perekonomian ini mengatakan, perekonomian Indonesia saat ini berada di urutan kelima di antara negara sekawasan Asia Tenggara. Bila pemimpin yang terpilih pada 2014 nanti tak punya visi, maka posisi Indonesia bakal makin terpuruk.

 

"Karena itu, syarat seorang calon presiden mendatang harus memiliki visi yang jelas. Salah satunya mampu mengejar ketertinggalan dari negara tetangga, terutama Malaysia, dalam kurun waktu lima tahun," ujar Rizal Ramli yang kini menjadi anggota Penasihat Ekonomi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

 

Ketua Dewan Pimpinan Nasional PKPI Sutiyoso mendukung pernyataan itu. Menurut dia, Indonesia berpotensi maju tapi kini sedang bermasalah sehingga kesejahteraan tidak merata. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa dipimpin oleh orang yang biasa-biasa saja.

 

"Presiden mendatang harus punya jejak rekam yang jelas," ujar Sutiyoso sembari mempromosikan dirinya sanggup memimpin Indonesia.

 

Ketua DPD RI Irman Gusman menambahkan, seorang pemimpin negara harus punya pemikiran solutif. Ia pun menawarkan berbagai solusi jika benar dicalonkan jadi presiden. Irman mendukung adanya konvensi calon presiden untuk menjaring kandidat kepala negara.

Baca "Peristiwa" Lainnya
Rabu, 24 September 2014 13:12:11
UU Hak Cipta Baru Jamin Keamanan atas Karya Seniman

UU Hak Cipta Baru Jamin Keamanan atas Karya Seniman

  Senayan - Ketua Umum Persatuan A...
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
1234
Rabu, 15 Oktober 2014 09:28:02
Pengamat: Jokowi-JK Tak Perlu Risau Parlemen Dikuasai KMP

Pengamat: Jokowi-JK Tak Perlu Risau Parlemen Dikuasai KMP

  Jakarta - Menjelang terbentuknya...
Senin, 13 Oktober 2014 11:55:29
Benarkah Dinamika Politik Berdampak Negatif pada Perekonomian Mendatang?

Benarkah Dinamika Politik Berdampak Negatif pada Perekonomian Mendatang?

  Jakarta - Peralihan kekuasaan da...
Selasa, 7 Oktober 2014 10:36:59
PDI-P Terperosok dalam Labirin yang Diciptakan Sendiri

PDI-P Terperosok dalam Labirin yang Diciptakan Sendiri

  Jakarta - Mantan Wakil Ketua MPR...
Selasa, 16 September 2014 06:01:33
Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

  Senayan – Pelaksana Tugas ...
1234

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Pengamanan Pelantikan Jokowi-JK di Kompleks Parlemen

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...
Iklan Footer