Komisi X Berita » Perlu Riset untuk Cari Penyebab Menurunnya Minat Baca
Perlu Riset untuk Cari Penyebab Menurunnya Minat Baca
Penulis : Farid Kusuma - Editor : Jum`at, 17 Mei 2013 16:21:37

MEMBACA belum menjadi budaya umum di Indonesia khususnya di kalangan anak-anak. Bahkan, ada kecenderungan menurunnya minat baca di kalangan anak-anak di Tanah Air.

Perlu Riset untuk Cari Penyebab Menurunnya Minat Baca
JurnalParlemen/Dzikry Subhanie

Miris saya saat melakukan kunjungan kerja ke daerah Lampung, ada sekolah yang terletak di kotamadya, namun tidak memiliki perpustakaan. Sebetulnya ada tempat, tetapi itu hanya sekadar dijadikan untuk penyimpanan buku pelajaran.

Jakarta - Membaca adalah jembatan ilmu. Sayangnya, kegiatan itu belum menjadi budaya umum di Indonesia khususnya di kalangan anak-anak. Bahkan, ada kecenderungan menurunnya minat baca di kalangan anak-anak di Tanah Air.

Kondisi tersebut menyulut keprihatinan anggota Komisi X DPR RI Itet Tridjadjati Sumarijanto. Maka dari itu, ia mendorong Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) untuk melakukan riset untuk mencari faktor penyebab menurunnya minat baca.

"Seharusnya ada kesadaran dari Balitbang Kemendikbud untuk melakukan penelitian, untuk mencari tahu faktor yang membuat minat baca anak-anak Indonesia," ujarnya kepada JurnalParlemen, Jumat (17/5).

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut, rupanya masih jengkel dengan pekerjaan Balitbang yang malah mengurusi penggandaan soal Ujian Negara (UN), tetapi praktiknya di lapangan malah berantakan saat pelaksanaan UN tingkat SMA dan sederajat, di 11 Provinsi.

Dalam pandangannya, yang menjadi penyebab menurunnya minat baca adalah kurangnya sarana memadai seperti perpustakaan sekolah maupun di tempat-tempat umum.

"Miris saya saat melakukan kunjungan kerja ke daerah Lampung, ada sekolah yang terletak di kotamadya, namun tidak memiliki perpustakaan. Sebetulnya ada tempat, tetapi itu hanya sekadar dijadikan untuk penyimpanan buku pelajaran," ucapnya.

Kendati begitu, Itet sadar untuk memperbaikinya merupakan tugas bersama khususnya Perpustakan Nasional dan Kemendikbud, sesuai dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, di mana peran perpustakaan adalah perangkat penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, termasuk juga perpustakaan sekolah.

Baca "Komisi X" Lainnya
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
Selasa, 3 Desember 2013 06:05:05
Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

HUBUNGAN Indonesia dengan tetangga di se...
1234
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
Selasa, 12 Februari 2013 16:52:48
Mengungkap Mafia Impor Daging

Mengungkap Mafia Impor Daging

PENANGKAPAN petinggi parpol terkait im...
1234

MATA MASSA

Para petani makin jauh dari sejahtera. Akan berbahaya bila petani beralih profesi jadi karyawan. Implikasinya, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi

Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
Ion Infra Energy
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 2013-2014

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...