Komisi III Berita » Marzuki Berharap "Aksi Diam" Komisi III Tak Hambat RAPBN-P 2013
Marzuki Berharap "Aksi Diam" Komisi III Tak Hambat RAPBN-P 2013
Penulis : - Editor : Kamis, 30 Mei 2013 15:09:32

MENURUT Marzuki Alie, semestinya anggota Dewan berpikir, bertindak, dan bersikap untuk dan atas nama rakyat.

Marzuki Berharap
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Ketua DPR RI Marzuki Alie berjabat tangan dengan Ketua KPK Abraham Samad.

Senayan - Ketua DPR RI Marzuki Alie angkat bicara soal tindakan sejumlah anggota Komisi III DPR yang tidak mau mengkritisi pembahasan RAPBN-P 2013 dengan alasan takut dikriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Marzuki berharap sikap diam itu tidak menghambat pembahasan RAPBN-P 2013.

Menurut Marzuki, kalau memang tidak bersalah, kenapa harus takut dengan KPK dan tidak bersikap mengkritisi dalam pembahasan APBN-P 2013. Marzuki menilai, sikap diam itu justru merugikan rakyat yang telah memberikan amanat.

"Semuanya punya hak ya, untuk apa saja. Karena memang sebagai anggota Dewan boleh bersikap , bersuara ataupun tidak bersikap, membahas atau tidak RUU APBN," ujar Ketua DPR RI Marzuki Alie di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/5).

Menurut Marzuki, semestinya anggota Dewan berpikir, bertindak, dan bersikap untuk dan atas nama rakyat. "Tetapi kalau berpikir untuk rakyat, yang penting kita itu tidak melakukan sesuatu perbuatan yang melanggar hukum dan konstitusi. Sehingga kenapa takut? Intinya kan itu," jelasnya.

Atas tindakan sebagian anggota Komisi III yang menolak mengkritisi pembahasan perubahan anggaran mitra kerjanya, Kementerian/Lembaga, kata Marzuki, diharapkan tidak sampai mempengaruhi jadwal pembahasan RAPBN-P 2013.

"Ya mudah-mudah dengan kondisi ini tidak sebabkan penyelesaian pembahasan APBN-P 2013 menjadi molor. Mudah-mudahan saja tetap bisa diselesaikan tepat waktu pada pertengahan Juni nanti selesai," tegasnya.

Baca "Komisi III" Lainnya
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
1234
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
1234

MATA MASSA

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Sidang Terakhir SBY Bersama DPR dan DPD

CursorTerpopuler

Isu Ancaman Keselamatan Capres, Seriuskah?

Senayan - Martin Hutabarat, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, memperkirakan pilpres mendatang bakal aman-aman saja. Ia menepis isu yang dilontarkan Pr...
Iklan Footer