Komisi VI Berita » Tambahan Anggaran Remunerasi Tak Masuk Kesimpulan, Mendag Protes
Tambahan Anggaran Remunerasi Tak Masuk Kesimpulan, Mendag Protes
Penulis : Jurnal Parlemen - Editor : Senin, 3 Juni 2013 19:26:57

MENTERI Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan, usulan tambahan alokasi untuk tunjangan pegawai sebesar Rp 113 miliar itu sudah diusulkan pada rapat Pokja.

Tambahan Anggaran Remunerasi Tak Masuk Kesimpulan, Mendag Protes
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Mendag Gita Wirjawan.

Senayan - Rapat Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Perdagangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Senin (3/6), tidak memasukkan usulan tambahan alokasi anggaran untuk peningkatan kinerja pegawai di lingkungan Kemendag. Akibatnya, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan sempat protes.

"Maaf pimpinan, kami juga mengusulkan tambahan alokasi untuk tunjangan pegawai sebesar Rp 113 miliar. Ini sudah diusulkan pada rapat Pokja," kata Mendag di Kompleks Parlemen, Senin (3/6).

Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartanto yang memimpin sidang terlihat bingung. Dia langsung menanyakan kepada anggota Komisi VI lainnya adanya usulan tambahan alokasi tersebut. "Apakah usulan ini sudah dibahas di Pokja," tanya Airlangga.

Akhirnya, rapat tersebut memasukkan usulan tambahan alokasi tunjangan untuk peningkatan kinerja pegawai di Kemendag.

Dalam kesempatan tersebut juga, Komisi VI DPR RI menyetujui usulan perubahan pemotongan anggaran Kemendag pada RAPBN-P 2013 sebesar Rp 206 miliar dari pagu awal sebesar Rp 3,1 triliun. Besaran ini lebih kecil dibanding besaran dari Surat Kementerian Keuangan sebesar Rp 232 miliar.

Selain itu, Komisi VI menyetujui usulan tambahan perubahan anggaran Kemendag pada RAPBN-P 2013 sebesar Rp 388 miliar. "Maka dengan usulan tambahan tersebut, total perubahan anggaran menjadi Rp 3,2 triliun," kata Airlangga Hartanto.

Komisi VI juga menyetujui usul pengalihan lokasi pembangunan pasar yang dibiayai melalui Dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan sebesar Rp 22,5 miliar.

Baca "Komisi VI" Lainnya
Rabu, 24 September 2014 13:12:11
UU Hak Cipta Baru Jamin Keamanan atas Karya Seniman

UU Hak Cipta Baru Jamin Keamanan atas Karya Seniman

  Senayan - Ketua Umum Persatuan A...
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
1234
Rabu, 15 Oktober 2014 09:28:02
Pengamat: Jokowi-JK Tak Perlu Risau Parlemen Dikuasai KMP

Pengamat: Jokowi-JK Tak Perlu Risau Parlemen Dikuasai KMP

  Jakarta - Menjelang terbentuknya...
Senin, 13 Oktober 2014 11:55:29
Benarkah Dinamika Politik Berdampak Negatif pada Perekonomian Mendatang?

Benarkah Dinamika Politik Berdampak Negatif pada Perekonomian Mendatang?

  Jakarta - Peralihan kekuasaan da...
Selasa, 7 Oktober 2014 10:36:59
PDI-P Terperosok dalam Labirin yang Diciptakan Sendiri

PDI-P Terperosok dalam Labirin yang Diciptakan Sendiri

  Jakarta - Mantan Wakil Ketua MPR...
Selasa, 16 September 2014 06:01:33
Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

  Senayan – Pelaksana Tugas ...
1234

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Pengamanan Pelantikan Jokowi-JK di Kompleks Parlemen

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...
Iklan Footer