Komisi I Berita » Komisi I Tak Pernah Tugaskan Tantowi Yahya Berkunjung ke Israel
Komisi I Tak Pernah Tugaskan Tantowi Yahya Berkunjung ke Israel
Penulis : - Editor : Kamis, 13 Juni 2013 08:05:00

TANTOWI Yahya berdalih bahwa kunjungan pribadinya ke Israel bisa menjadi pelengkap informasi atas kunjungan anggota Komisi I ke Palestina pada tahun 2010 dan 2013. 

Komisi I Tak Pernah Tugaskan Tantowi Yahya Berkunjung ke Israel
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Tantowi Yahya

Itu kan pendapat pribadinya. Tidak bisa dijadikan cermin sikap komisi I. Ya kita lihat saja nanti sajalah, apa informasi yang akan dia sampaikan

 

Senayan - Kunjungan anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Golkar Tantowi Yahya ke Israel terus menuai kontroversi. Tantowi dinilai tidak peka terhadap sikap masyarakat dalam negeri yang hingga kini antipati terhadap Israel.

 

Wakil Ketua Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin mengatakan, tindakan Tantowi memang kontrovesial. Apalagi ia sempat berdialog dengan parlemen Israel. Tetapi, tindakan itu merupakan kepentingan pribadi dan bukan mewakili Komisi I DPR atau parlemen Indonesia.


"Jika kemudian masyarakat mengecam yang bersangkutan, itu kami tegaskan: itu tidak ada urusannya dengan Komisi I DPR. Komisi I tidak pernah ada pembicaraan dan keputusan bagi anggotanya untuk mengunjungi Israel," ujar Tubagus Hananuddin kepada JurnalParlemen, Kamis (13/6).

Karena merupakan urusan pribadi, Komisi I belum perlu memanggil Tantowi Yahya untuk diminta penjelasan. "Biarlah dia sendiri yang harus menjelaskan dan mempertanggungjawabkan kepada publik," katanya.

 

Tantowi sempat berdalih bahwa hasil kunjungan pribadinya ke Israel bisa menjadi pelengkap informasi atas kunjungan anggota Komisi I ke Palestina pada tahun 2010 dan 2013. Namun, Hasanuddin menegaskan, "Itu kan pendapat pribadinya. Tidak bisa dijadikan cermin sikap komisi I. Ya kita lihat saja nanti sajalah, apa informasi yang akan dia sampaikan."

 

Selasa (11/6) di Jakarta, Tantowi Yahya mengakui telah berkunjung ke Israel selama empat hari bersama lima rekannya yang berasal dari media massa, perguruan tinggi, dan lembaga pemikir. Memenuhi undangan Australian-Jewish Association, kunjungan itu dilakukan untuk mengetahui proses perdamaian Israel-Palestina. Berdialog dengan sejumlah narasumber di sana, Tantowi menyimpulkan bahwa Israel belum berlaku adil terhadap Palestina.

 

Sebelumnya, kunjungan secara diam-diam itu terbongkar setelah situs yang berbasis di Israel, www.IsraelHayom.com menggunggah laporan sekaligus foto kegiatan Tantowi dan rombongannya.

 

Baca "Komisi I" Lainnya
Selasa, 21 Oktober 2014 08:33:55
Pembagian Komisi di DPR Tak Melulu soal Kompetensi Anggota

Pembagian Komisi di DPR Tak Melulu soal Kompetensi Anggota

  Senayan - Setiap Anggota DPR RI ...
Rabu, 24 September 2014 13:12:11
UU Hak Cipta Baru Jamin Keamanan atas Karya Seniman

UU Hak Cipta Baru Jamin Keamanan atas Karya Seniman

  Senayan - Ketua Umum Persatuan A...
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
1234
Rabu, 15 Oktober 2014 09:28:02
Pengamat: Jokowi-JK Tak Perlu Risau Parlemen Dikuasai KMP

Pengamat: Jokowi-JK Tak Perlu Risau Parlemen Dikuasai KMP

  Jakarta - Menjelang terbentuknya...
Senin, 13 Oktober 2014 11:55:29
Benarkah Dinamika Politik Berdampak Negatif pada Perekonomian Mendatang?

Benarkah Dinamika Politik Berdampak Negatif pada Perekonomian Mendatang?

  Jakarta - Peralihan kekuasaan da...
Selasa, 7 Oktober 2014 10:36:59
PDI-P Terperosok dalam Labirin yang Diciptakan Sendiri

PDI-P Terperosok dalam Labirin yang Diciptakan Sendiri

  Jakarta - Mantan Wakil Ketua MPR...
Selasa, 16 September 2014 06:01:33
Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

  Senayan – Pelaksana Tugas ...
1234

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Foto Bersama Presiden Baru

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...
Iklan Footer