Peristiwa Berita » 3 Fraksi tak Setujui Sejumlah Pasal di RAPBN-P 2013
3 Fraksi tak Setujui Sejumlah Pasal di RAPBN-P 2013
Penulis : - Editor : Charles Siahaan Senin, 17 Juni 2013 15:12:16

DALAM laporannya pada rapat paripurna DPR RI, Senin (17/6), Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit menyampaikan, bahwa tiga fraksi yakni PDI Perjuangan, PKS, dan Gerindra tidak menyetujui sejumlah pasal dalam RUU APBN-P 2013.

3 Fraksi tak Setujui Sejumlah Pasal di RAPBN-P 2013
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Situasi rapat paripurna pengesahan RUU APBN-P 2013 menjadi UU, Senin (17/6).

Senayan - Dalam laporannya pada rapat paripurna DPR RI, Senin (17/6), Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit menyampaikan, bahwa tiga fraksi yakni PDI Perjuangan, PKS, dan Gerindra tidak menyetujui sejumlah pasal dalam RUU APBN-P 2013.

Fraksi PDI Perjuangan misalnya, tidak menyetujui pasal 6 ayat 2 terkait dengan penerimaan negara, pasal 6 ayat 4 mengenai belanja, pasal 8 ayat 1 mengenai belanja BBM, pasal 16 ayat 1 terkait belanja anggaran pendidikan, pasal 17 ayat 1 mengenai defisit, serta pasal 17 ayat 2 mengenai pembiayaan.

Selain itu, Fraksi PDIP memasukkan rumusan baru pada pasal 36, di mana pemerintah dalam melaksanakan APBN 2013 harus mengupayakan pemenuhan sasaran pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yang tercermin dalam beberapa hal. Pertama, pengurangan angka kemiskinan menjadi 21 persen, mencakup kelompok kategori miskin dan hampir miskin atau rentan.

Kedua, peningkatan penyerapan lapangan kerja per satu persen pertumbuhan, sekurang-kurangnya 450 ribu tenaga kerja. Ketiga, tingkat pengangguran terbuka menjadi 5,8 - 6,1 persen. Keempat, menurunkan gini ratio (ukuran kemerataan). Kelima, meningkatkan nilai tukar petani termasuk nelayan dan peternak. Keenam, menjaga inflasi bahan pangan yang rendah. Ketujuh, meningkatkan indeks pembangunan manusia.

Selanjutnya, Fraksi PDIP juga mengusulkan penambahan penjelasan pada pasal 5 ayat 1. Penambahan penjelasannya adalah "Dalam upaya peningkatan PNPB Pertambangan Umum, pemerintah akan melakukan penyesuian tarif atas jenis PNBP yang berlaku pada Kementerian ESDM."

Baca "Peristiwa" Lainnya
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
Selasa, 3 Desember 2013 06:05:05
Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

HUBUNGAN Indonesia dengan tetangga di se...
1234
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
Selasa, 12 Februari 2013 16:52:48
Mengungkap Mafia Impor Daging

Mengungkap Mafia Impor Daging

PENANGKAPAN petinggi parpol terkait im...
1234

MATA MASSA

Para petani makin jauh dari sejahtera. Akan berbahaya bila petani beralih profesi jadi karyawan. Implikasinya, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi

Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
Ion Infra Energy
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 2013-2014

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...