Komisi VIII Berita » Komisi VIII tak Mau Kekisruhan BLT Terjadi Lagi di BLSM
Komisi VIII tak Mau Kekisruhan BLT Terjadi Lagi di BLSM
Penulis : - Editor : Senin, 1 Juli 2013 11:22:13

Komisi VIII DPR RI mengingatkan pemerintah untuk tidak mengulang peristiwa yang terjadi saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahun 2008 lalu pada penyaluran BLSM saat ini.

Komisi VIII tak Mau Kekisruhan BLT Terjadi Lagi di BLSM
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Wakil Komisi VIII DPR RI Sayed Fuad Zakaria

Kejadian masa lalu jangan sampai terulang. Karena, setelah seminggu pembagian BSLM tahap pertama dilaksanakan, di lapangan masih ditemukan ketidaksesuaian data, yang menyebabkan penolakan dari kelurahan dan kecamatan karena tidak mau jadi sasaran kemarahan.

Senayan - Pemerintah diingatkan agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu saat menyalurkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Hal ini disampaikan Wakil Komisi VIII DPR RI Sayed Fuad Zakaria saat membuka rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kemensos dan PT Pos Indonesia (Persero) pada Senin (1/7) ini.

Dari Kemensos hadir Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Andi Zainal Abidin Dulung, yang didampingi Direktur Utama PT Pos I Ketut Marjana.

"Kejadian masa lalu jangan sampai terulang. Karena, setelah seminggu pembagian BSLM tahap pertama dilaksanakan, di lapangan masih ditemukan ketidaksesuaian data, yang menyebabkan penolakan dari kelurahan dan kecamatan karena tidak mau jadi sasaran kemarahan," ujarnya.

Ia mengingatkan pemerintah terhadap peristiwa yang pernah terjadi saat penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) pada tahun 2008 lalu, yang menimbulkan dampak yang memprihatinkan seperti konflik sosial dan kematian.

"Ada desa yang minta agar pembagian BLSM ditunda. Hal ini mengingat ada dari penerima BLSM ini yang sudah pindah alamat, meninggal, atau terkena gusuran," tutur Sayed. Menurut dia, hal-hal itu lah yang banyak dikhawatirkan.

Baca "Komisi VIII" Lainnya
Selasa, 21 Oktober 2014 08:33:55
Pembagian Komisi di DPR Tak Melulu soal Kompetensi Anggota

Pembagian Komisi di DPR Tak Melulu soal Kompetensi Anggota

  Senayan - Setiap Anggota DPR RI ...
Rabu, 24 September 2014 13:12:11
UU Hak Cipta Baru Jamin Keamanan atas Karya Seniman

UU Hak Cipta Baru Jamin Keamanan atas Karya Seniman

  Senayan - Ketua Umum Persatuan A...
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
1234
Rabu, 15 Oktober 2014 09:28:02
Pengamat: Jokowi-JK Tak Perlu Risau Parlemen Dikuasai KMP

Pengamat: Jokowi-JK Tak Perlu Risau Parlemen Dikuasai KMP

  Jakarta - Menjelang terbentuknya...
Senin, 13 Oktober 2014 11:55:29
Benarkah Dinamika Politik Berdampak Negatif pada Perekonomian Mendatang?

Benarkah Dinamika Politik Berdampak Negatif pada Perekonomian Mendatang?

  Jakarta - Peralihan kekuasaan da...
Selasa, 7 Oktober 2014 10:36:59
PDI-P Terperosok dalam Labirin yang Diciptakan Sendiri

PDI-P Terperosok dalam Labirin yang Diciptakan Sendiri

  Jakarta - Mantan Wakil Ketua MPR...
Selasa, 16 September 2014 06:01:33
Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

  Senayan – Pelaksana Tugas ...
1234

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Foto Bersama Presiden Baru

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...
Iklan Footer