Komisi II Berita » Alokasi Dana Desa Diusahakan Satu Pintu, Kenapa?
Alokasi Dana Desa Diusahakan Satu Pintu, Kenapa?
Penulis : - Editor : Jum`at, 19 Juli 2013 06:24:29

ALOKASI Dana Desa (ADD) selama ini mampir dulu di beberapa kementerian sebelum sampai di desa. RUU Desa ingin memangkas jalur itu lewat satu pintu saja. 

Alokasi Dana Desa Diusahakan Satu Pintu, Kenapa?
jurnalparlemen/Andri Nurdriansyah

Budiman Sudjatmiko

Dengan demikian, peran pendampingan untuk desa menjadi sangat penting dan punya arti

Jakarta – Rancangan Undang-Undang (RUU) Desa telah memasuki isu paling krusial, soal anggaran untuk desa. Sampai kini, DPR dan pemerintah belum menemukan titik temu sehingga pengesahan RUU Desa molor.

 

Menurut Wakil Ketua Pansus RUU Desa Budiman Sudjatmiko, anggaran dalam Alokasi Dana Desa (ADD) selama ini melewati beberapa kementerian sebelum benar-benar masuk ke desa. Sebab itu, RUU Desa ingin mengaturnya hanya lewat satu pintu.

 

"Kita ingin mengonsolidasikan ADD ini lewat satu pintu," kata Budiman saat ditemui JurnalParlemen seusai diskusi di Jakarta, Kamis (18/7).

 

Jika ADD lewat satu pintu, maka terjadi konsolidasi dana untuk pembangunan desa tanpa harus menambah pos baru. Perhitungan skema dananya pun bisa disesuaikan dengan prinsip subsidiarity atau menyesuaikan kebutuhan, alokasi penataan, dan seterusnya.

 

"Dengan demikian, peran pendampingan untuk desa menjadi sangat penting dan punya arti," katanya.

 

Politisi PDIP ini mengungkapkan, selama ini konsep ADD masih terkendala komitmen dan jumlah. Dana yang dikucurkan buat desa hanya Rp 42 triliun dari perencanaan sebesar Rp 160 triliun. Meski begitu, langkah pemerintah untuk memaksimalkan anggaran penyelenggaraan desa dengan biaya berbasis kebutuhan layak diapresiasi. Jadi, tinggal menempatkan keuangan desa dalam konteks reformasi keuangan di tingkat nasional.

Baca "Komisi II" Lainnya
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
Selasa, 3 Desember 2013 06:05:05
Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

HUBUNGAN Indonesia dengan tetangga di se...
1234
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
1234

MATA MASSA

Para petani makin jauh dari sejahtera. Akan berbahaya bila petani beralih profesi jadi karyawan. Implikasinya, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi

Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 2013-2014

CursorTerpopuler

Isu Ancaman Keselamatan Capres, Seriuskah?

Senayan - Martin Hutabarat, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, memperkirakan pilpres mendatang bakal aman-aman saja. Ia menepis isu yang dilontarkan Pr...
Iklan Footer