Komisi I Berita » Anggota Komisi I Minta Pemerintah Pikirkan Evakuasi WNI dari Mesir
Anggota Komisi I Minta Pemerintah Pikirkan Evakuasi WNI dari Mesir
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Charles Siahaan Jum`at, 2 Agustus 2013 14:18:22

ANGGOTA Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN Muhammad Najib menyarankan perlunya pemerintah dan masyarakat Indonesia membantu rakyat Mesir dengan doa dan pengalaman reformasi yang dimiliki.

  Anggota Komisi I Minta Pemerintah Pikirkan Evakuasi WNI dari Mesir
JurnalParlemen/Andri Nurdriansyah

Muhammad Najib

Kita harus sudah mulai memikirkan kemungkinan untuk melakukan evakuasi jika situasi terus memburuk, walau tidak saat ini.

Senayan - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN Muhammad Najib meminta pemerintah melalui Kemenlu untuk memikirkan langkah evakuasi terhadap WNI dari Mesir, guna mengantisipasi semakin memanasnya pertikaian yang terjadi di sana.

"Kita harus sudah mulai memikirkan kemungkinan untuk melakukan evakuasi jika situasi terus memburuk, walau tidak saat ini," ujar Najib kepada JurnalParlemen, Jumat (2/8)

Ia mengkau terus melakukan komunikasi dengan WNI yang berada di Mesir, untuk mendapatkan gambaran dan setiap perkembangan yang terjadi di Negeri Piramida tersebut.

Lebih lanjut Najib mengatakan, semestinya pergolakan yang tengah terjadi di Mesir saat ini dapat semakin menyadarkan masyarakat di dalam negeri, betapa reformasi dan transisi menuju negara demokratis di Indonesia terjadi sangat mulus.

"Sebuah aset yang mestinya membanggakan kita sekaligus perlu kita syukuri. Para pemimpin kita cukup arif bijaksana termasuk para petinggi militer," tegasnya.

Ia juga menyarankan perlunya pemerintah dan masyarakat Indonesia membantu rakyat Mesir dengan doa dan pengalaman reformasi yang dimiliki.

"Sekali lagi, perlu Indonesia banyak mengambil peran dalam situasi dan kondisi di Mesir yang saat ini kian memanas, agar masing-masing kubu dapat menahan diri dan kembali berunding untuk mencapai solusi yang terbaik. Ini untuk mencegah korban jiwa dari rakyat Mesir sendiri, yang sudah semakin banyak jumlahnya. Situasi sulit itu harus segera diakhiri," pungkasnya.

Baca "Komisi I" Lainnya
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
Selasa, 3 Desember 2013 06:05:05
Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

HUBUNGAN Indonesia dengan tetangga di se...
1234
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
Selasa, 12 Februari 2013 16:52:48
Mengungkap Mafia Impor Daging

Mengungkap Mafia Impor Daging

PENANGKAPAN petinggi parpol terkait im...
1234

MATA MASSA

Para petani makin jauh dari sejahtera. Akan berbahaya bila petani beralih profesi jadi karyawan. Implikasinya, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi

Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
Ion Infra Energy
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 2013-2014

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...