Komisi VI Berita » Pandangan F-PDIP tentang RUU Perindustrian
Pandangan F-PDIP tentang RUU Perindustrian
Penulis : - Editor : Rabu, 18 September 2013 14:22:03

DALAM pandangan Fraksi PDIP, RUU Perindustrian adalah langkah menjawab persoalan bangsa khususnya untuk industri nasional. UU lama dinilai tidak memadai untuk akselerasi pembangunan nasional.

Senayan - Harapan bangkitnya industri nasional tertumpu pada RUU Perindustrian yang kini dibahas DPR dan Pemerintah. Sebab, aturan perindustrian nasional yang mengacu pada UU Nomor 5 tahun 1984 dinilai tidak mampu mengakomodir perkembangan industri yang tumbuh pesat.

Dalam pandangan Fraksi PDIP, RUU Perindustrian adalah langkah menjawab persoalan bangsa khususnya untuk industri nasional. UU lama dinilai tidak memadai untuk akselerasi pembangunan nasional.

"Sejak awal kami telah menyambut baik untuk menyempurnakan UU yang telah ada," kata anggota Komisi VI Daniel Lumban Tobing saat menyampaikan pandangannya atas RUU Perindustrian, dalam Raker dengan Menteri Perindustrian MS Hidayat,  Rabu (18/9).

Politisi PDIP ini menyatakan bahwa RUU ini nantinya harus mencerminkan kemandiran dan berorientasi pada ekonomi kerakyatan. Hilirisasi dan penggunaan produk dalam negeri harus mendapat dukungan dalam RUU ini. "Hanya saja catatan kami, keberpihakan pada hilirisasi belum memadai. Pengaturannya masih kurang tegas seperti sertifikasi kompenen dalam negeri, hubungan kemitraan antarinstansi," kata Daniel.

Selain itu, F-PDIP melihat pemerintah masih menggunakan pendekatan birokratis dalam melakukan pembinaan industri kepada pelaku industri.

Baca "Komisi VI" Lainnya
Rabu, 20 Agustus 2014 09:45:54
Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

Apa Saja Persyaratan DPR Bentuk Pansus Kecurangan Pilpres?

  Senayan - Proses penyelesaian se...
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
1234
Selasa, 16 September 2014 06:01:33
Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 11 Triliun dari Lifting Minyak

  Senayan – Pelaksana Tugas ...
Sabtu, 30 Agustus 2014 13:01:03
Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

Isu Kenaikan Harga BBM Seperti Penyakit Kronis

  Jakarta - Isu kenaikan harga Bah...
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
1234

MATA MASSA

Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Sidang Terakhir SBY Bersama DPR dan DPD

CursorTerpopuler

Diprotes IDI, Ribka Tjiptaning Minta Buka-bukaan Soal Profesi Dokter

Senayan - Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning menantang Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin untuk buka-bukaan soal profesi dokter di Indo...
Iklan Footer