Banggar Berita » Subsidi Listrik 2014 Dipatok Rp 71 Triliun
Subsidi Listrik 2014 Dipatok Rp 71 Triliun
Penulis : - Editor : Senin, 30 September 2013 19:15:13

ANGKA ini di bawah usulan Komisi VII bersama pemerintah, di kisaran Rp 81-91 triliun. Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat lanjutan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah, Senin (30/9).

 

Subsidi Listrik 2014 Dipatok Rp 71 Triliun
JurnalParlemen/Dzikry Subhanie

Gedung PLN.

Senayan - Subsidi listrik tahun 2014 akhirnya disepakati hanya Rp 71 triliun. Angka ini di bawah usulan Komisi VII bersama pemerintah, di kisaran Rp 81-91 triliun. Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat lanjutan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah, Senin (30/9).

"Jadi kita sepakati subsidi listrik sebesar Rp 71,306 triliun dengan berbagai catatan tadi," kata Ketua Banggar Ahmadi Noor Supit di Ruang Banggar.

Selain itu juga disepakati margin keuntungan untuk PLN sebesar 7 persen. Lalu, ada dana cadangan untuk energi sebesar Rp 10 triliun.

Rapat Banggar khusus subsidi listrik cukup memakan waktu. Sebab, dengan adanya perubahan kurs rupiah, pemerintah butuh menghitung ulang besaran subsidinya. Selain itu, banyak anggota Banggar yang ingin subsidi listrik untuk PLN dipangkas karena telah membebani APBN. "Kita harus evaluasi, jika PLN disebut berprestasi itu harus bisa mengurangi subsidi dan tidak membebani negara," kata Supit.

Rapat Banggar DPR, Kamis (26/9), juga telah memutuskan pencabutan subsidi listrik bagi industri sangat besar. Pemberian subsidi kepada sejumlah perusahaan go public itu dinilai salah sasaran. Semestinya subsidi kepada industri hanya menyasar  industri kecil hingga menengah.

Baca "Banggar" Lainnya
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
Selasa, 3 Desember 2013 06:05:05
Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

HUBUNGAN Indonesia dengan tetangga di se...
1234
Selasa, 8 Juli 2014 12:04:34
Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

Apakah Lembaga Survei Efektif Pengaruhi Pilihan Masyarakat?

  Senayan - Tak bisa dipungkiri ji...
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
1234

MATA MASSA

Para petani makin jauh dari sejahtera. Akan berbahaya bila petani beralih profesi jadi karyawan. Implikasinya, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi

Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
PROFIL
Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PPP, Okky Asokawati

Okky Asokawati: Jilbab Polwan Harus Gunakan Bahan Berkualitas

Indra

Jadi Jubir Ketika Partai Tertimpa Prahara

Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati

Perempuan Pengamat Intelijen
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 2013-2014

CursorTerpopuler

Isu Ancaman Keselamatan Capres, Seriuskah?

Senayan - Martin Hutabarat, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Gerindra, memperkirakan pilpres mendatang bakal aman-aman saja. Ia menepis isu yang dilontarkan Pr...
Iklan Footer