Komisi IX Berita » Panja Outsorcing BUMN Kecewa Dua Menteri Sok Sibuk
Panja Outsorcing BUMN Kecewa Dua Menteri Sok Sibuk
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Hadi Rahman Rabu, 13 November 2013 15:38:30

PANJA Outsourcing BUMN yang dibentuk Komisi IX DPR sudah siap memberikan rekomendasi soal penegakan hukum ketenagakerjaan. Tapi, dua menteri terkait, Menteri BUMN dan Menakertrans justru tidak menghadiri rapat dengan DPR.  

Meneg BUMN tidak bisa hadir, sedangkan Menakertrans sedang di luar negeri. Ini sungguh mengecewakan

Senayan - Panja Outsourcing BUMN Komisi IX DPR RI kecewa lantaran Meneg BUMN dan Menakertrans mangkir dari rapat di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta. Mestinya, Rabu (13/11), Komisi IX mereka rapat dengan DPR soal Rekomendasi Panja Outsorcing BUMN.

 

"Berdasarkan info kesekretariatan Komisi, Meneg BUMN tidak bisa hadir, sedangkan Menakertrans sedang di luar negeri. Ini sungguh mengecewakan," kata anggota Komisi IX Indra di Komplesk Parlemen Senayan, Rabu (13/11).

 

Menurut politisi PKS ini, ketidakhadiran Meneg BUMN terkesan menyepelekan undangan Panja Outsorcing. Padahal ini terkait penegakan hukum atas dugaan penyimpangan hukum ketenagakerjaan yang begitu masif di lingkungan BUMN.

 

"Hal ini jelas terkait nasib puluhan ribu buruh/pekerja outsorcing. Tapi, para menteri yang sok sibuk itu tidak datang dengan berbagai alasan," katanya.

 

Kini, marak dugaan pelanggaran UU No. 13/2003 dalam bentuk pemanfaatan tenaga alih daya dan sistem kontrak di perusahaan plat merah. Kalau di perusahaan punya negara saja begitu, apalagi di korporat swasta. Entengnya, perusahaan BUMN tidak memberi contoh kepada swasta terkait penegakan hukum ketenagakerjaan.

 

"Sungguh ini merupakan contoh buruk. Karena itulah, Panja  mengundang rapat kedua pekabat pemerintah itu sesungguhnya dalam rangka pembenahan dalam persoalan ketenagakerjaan di dalam negeri agar tidak terus buruk seperti saat ini," ujarnya.

Baca "Komisi IX" Lainnya
Senin, 27 Januari 2014 08:39:33
Beragam Paket Menuju Senayan

Beragam Paket Menuju Senayan

  JADI caleg tapi tak punya pengal...
Senin, 13 Januari 2014 07:17:04
Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

Bila Mereka Tak Lagi Duduk di DPR

  2014, tahun politik.  Sebag...
Senin, 16 Desember 2013 09:24:00
Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

Jaminan Sosial, Akankah Jadi Solidaritas Sosial?

  KAlAU tak ada aral melintang, pa...
Selasa, 3 Desember 2013 06:05:05
Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

Tidak Sekali Ini Saja Australia Cederai Indonesia

HUBUNGAN Indonesia dengan tetangga di se...
1234
Sabtu, 22 Februari 2014 12:27:36

"Rezim Standardisasi" Menguasai UU Perdagangan

PEMERINTAH dan DPR boleh menegaskan bahw...
Senin, 2 Desember 2013 08:49:21
Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

Pengabaian Gejala Krisis Bisa Menenggelamkan Negara

DOKTER turun ke jalan, akhir Oktober 201...
Minggu, 12 Mei 2013 08:54:12
Rumus Penanganan Papua

Rumus Penanganan Papua

SEBUAH kantor kecil ternyata bisa ...
Selasa, 12 Februari 2013 16:52:48
Mengungkap Mafia Impor Daging

Mengungkap Mafia Impor Daging

PENANGKAPAN petinggi parpol terkait im...
1234

MATA MASSA

Para petani makin jauh dari sejahtera. Akan berbahaya bila petani beralih profesi jadi karyawan. Implikasinya, untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, kita harus impor karena produksi dalam negeri tidak mencukupi

Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB
AGENDA KEGIATAN
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi III Rapat dengan PPATK dan Kompolnas
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi VI Rapat Pimpinan
Rabu, 16 Oktober 2013
Komisi X Rapat dengan Kementerian Parekraf
Ion Infra Energy
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Rapat Paripurna Penutupan Masa Sidang 2013-2014

CursorTerpopuler

Inilah 65 Calon Daerah Otonomi Baru

Senayan – Sidang Paripurna DPR pada Kamis (24/10) menyepakati pembentukan 65 daerah otonomi baru (DOB). Kesepakatan seluruh fraksi itu selanjutnya disampaikan ke ...