Komisi XI Berita » Dalam Sebulan Utang Indonesia Membengkak 4 Miliar Dollar AS
Dalam Sebulan Utang Indonesia Membengkak 4 Miliar Dollar AS
Penulis : - Editor : Kamis, 20 Februari 2014 19:29:51

UTANG luar negeri Indonesia makin membengkak. Pada akhir tahun lalu, posisi utang itu mencapai angka 264,1 miliar dollar AS dari sebulan sebelumnya berada di angka 260,3 miliar dollar AS.

Secara year on year, posisi utang luar negeri Indonesia Desember 2013 ini juga naik 4,6 persen

Jakarta - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri Indonesia mencapai 264,1 miliar dollar AS pada posisi Desember 2013. Padahal per November 2013, besar utang itu baru di angka 260,3 miliar dollar AS.

 

"Secara year on year, posisi utang luar negeri Indonesia Desember 2013 ini juga naik 4,6 persen," ujar Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Hendy Sulistiowaty di Jakarta, Kamis (20/1).

 

Memang, kata Hendy, pertumbuhan utang tahun 2013 jauh lebih melambat dibanding tahun 2014 yang utang luar negerinya tumbuh sebesar 12 persen secara year on year.

 

Kontribusi terbesar dari utang luar negeri Indonesia tahun 2013 berasal dari utang jangka panjang seperti pinjaman bilateral, multilateral, fasilitas kredit ekspor, serta obligasi pemerintah yang mencapai 82,1 persen dari total utang. Utang jangka panjang ini tumbuh 4,1 persen secara tahunan. Namun, utang jangka panjang ini tumbuh lebih lambat dibanding 2012 yakni sebesar 11,2 persen.

 

"Adapun utang luar negeri Indonesia yang berasal dari utang sektor publik mengalami koreksi sebesar 2 persen secara year on year dari 116,8 miliar dollar AS di tahun 2012 menjadi 114 miliar dollar AS di 2013. Sementara utang luar negeri swasta tumbuh 11,3 persen year on year," ujarnya.

 

Jika dilihat dari PDB Produk Domestik Bruto), utang luar negeri Indonesia per Desember 2013 ini sudah mencapai 30,24 persen atau lebih tinggi dari 2012 sebesar 28,70 persen. "Angka ini masih berada di zona aman 50 persen. Kalau sudah lebih dari itu, kita patut hati-hati," tegasnya.

Baca "Komisi XI" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...