Profil Berita » Ade Rizki Pratama: Sudah Saatnya Anak Muda Tampil di Parlemen
Ade Rizki Pratama: Sudah Saatnya Anak Muda Tampil di Parlemen
Penulis : Iman Firdaus - Editor : Farid Kusuma Jum`at, 17 Oktober 2014 11:29:43

Nama Ade Rezki Pratama mendadak populer setelah didaulat menjadi Pimpinan Sementara DPR periode 2014-2019 berkat statusnya sebagai anggota DPR termuda. Apa yang akan dilakukan legislator asal Sumatera Barat itu di parlemen?

Ade Rizki Pratama: Sudah Saatnya Anak Muda Tampil di Parlemen
twitter.com

 

Senayan - Acara pelantikan anggota DPR periode 2014-2019 lalu, menjadi momen spesial bagi Ade Rizki Pratama. Berdasarkan tata tertib, Pimpinan Sementara adalah anggota termuda dan tertua. Maka, Ade pun terpilih berdampingan dengan Popong Otje Djundjunan yang sudah berusia 76 tahun. Sedangkan Ade masih 26 tahun. 

 

"Ah, kamu yang termuda?" kata Popong sambil menjawil pipi Ade. Lelaki kelahiran Bukittinggi. Sumatera Barat, 8 November 1988 ini pun nampak tersipu. 

 

Hanya berselang beberapa jam saja setelah pelantikan, Ade harus memimpin sidang dengan agenda pemilihan Pimpinan DPR. Sidang yang berlangsung selama 20 jam itu diliputi ketegangan hingga kericuhan. Beberapa anggota ada yang naik ke meja Pimpinan Sementara. 

 

Tapi Ade tak terlihat tegang, dia tetap tenang mendampingi Popong. "Saya tidak kaget, kejadian seperti ini sudah biasa saya alami," kata Ade kepada JurnalParlemen. 

 

Ade bahkan meyakini bahwa ketegangan akan mencair dengan sendirinya bila anggota sudah duduk di komisi masing-masing. "Kalau di komisi kan jumlahnya juga sudah kecil," tambahnya.

 

Ade mewakili politisi termuda yang kini cukup mendominasi di parlemen.“Sudah saatnya anak muda untuk tampil,” kata politisi Partai Gerindra ini. 

 

Saat kampanye di daerah pemilihan, Sumatera Barat II yang meliputi  Kabupaten  Agam, Kabupaten Lima Puluh Koto, Kabupaten  Padang Pariaman, Kabupaten. Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman, dan Kota Payakumbuh, Ade juga mengusung tema anak muda, yakni 'Rancak Nagari dek Rang Mudo' yang tertulis dalam banyak baliho. Dengan cara tersebut, Ade yakin perubahan di negeri ini banyak ditentukan oleh anak-anak muda. 

 

Hal itu penting untuk menghapus stigma negatif banyak anak muda  yang duduk di parlemen justeru terlibat korupsi. "Mudah-mudahan, dengan kehadiran saya sebagai anggota DPR RI termuda, bisa membangkitkan semangat anak-anak muda untuk berkiprah dan memberikan kontrinbusi kepada bangsa dan negara ini, Apalagi kehadiran saya bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Kesannya luar biasa, saya juga tidak menyangka bisa dipercaya," kata alumni Universitas Trisakti Jakarta itu. Sumpah Pemuda jatuh pada 28 Oktober, tak berapa lama setelah pelantikan anggota dewan.

 

Anak pengusaha asal tanah minang ini, ingin berkiprah di Komisi V yang  membidangi soal infrastruktur dan perhubungan. Namun sebagai anggota baru, dia masih ingin terus belajar. "Kita tentunya ingin banyak belajar serius, tidak main-main untuk membuat perubahan yang lebih baik. Kita akan terus belajar dan tidak berpuas diri tentunya," kata anak dari Nelson Septiadi ini.

 

Menurut Ade, infrastruktur yang harus diperbaiki antara lain adalah jalan. Sebab jalan merupakan  fasilitas yang mendukung perekonomian, sedangkan infrastruktur lain harus berkesinambungan dan ada relevansi dengan ekonomi, sosial budaya pendidikan. Semoga lancar Ade.

Baca "Profil" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...