Profil Berita » Pramono Anung: Si Wajah Lunak dari Kandang Banteng
Pramono Anung: Si Wajah Lunak dari Kandang Banteng
Penulis : Iman Firdaus - Editor : Farid Kusuma Rabu, 12 November 2014 10:24:27

Politisi PDI Perjuangan Pramono Anung adalah sosok yang paling dicari wartawan saat DPR tandingan dideklarasikan. Sebab, mantan Sekjen PDI Perjuangan itu didaulat menjadi Ketua DPR versi Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Pramono Anung: Si Wajah Lunak dari Kandang Banteng
jurnal parlemen

 

Senayan - Politisi PDI Perjuangan Pramono Anung adalah sosok yang paling dicari wartawan saat DPR tandingan dideklarasikan. Sebab, mantan Sekjen PDI Perjuangan itu didaulat menjadi Ketua DPR versi Koalisi Indonesia Hebat (KIH).  

 

Tapi tak berapa lama, lelaki kelahiran Kediri, Jawa Timur, 11 Juni 1963 itu mengeluarkan pernyataan melalui kicauan di jejaring sosial twitter, yang isinya meminta agar jangan ada DPR tandingan. 

 

"Lebih baik asli daripada tandingan, akal sehat harus tetap dimiliki dalam kondisi tensi tinggi di pertandingan politik," begitu kicauan ayah dua anak ini.

 

Pram, begitu panggilan akrabnya, seolah menghilang dari Kompleks Parlemen. Rupanya dia lebih banyak melakukan lobi-lobi ke kubu Koalis Merah Putih (KMP), terutama kepada pimpinan DPR yang dipimpin oleh Setya Novanto (Golkar), Fadli  Zon (Gerindra), Agus Hermanto (Demokrat), Fahri Hamzah (PKS) dan Taufik Kurniawan (PAN). 

 

Hasilnya, Senin (10/11) lalu, Pram muncul di Ruang Pimpinan DPR didampingi Idrus Marham dari Golkar, dan mengumumkan adanya kesepakatan damai dari kedua kubu. 

 

Intinya, baik KIH maupun KMP sepakat terhadap mekanisme penyelesaian pada alat kelengkapan dewan (AKD) dan melakukan revisi terhadap Undang-undang MD3 (MPR, DPR, DPRD, DPD), tentang komposisi pimpinan di AKD.  

 

Kesepakatan itu jelas tak lepas dari kepiawaian Pram melakukan pendekatan kepada kubu di KMP. 

 

"Pramono yang ditunjuk dari pihak KIH. Kita percaya, kan ada tanda tangan semua," kata Idrus perihal sosok Pramono yang tampak bertindak seorang diri mewakili koalisinya. 

 

Kehebatan melakukan lobi Pramono telah teruji selama dia menjadi politisi Senayan, sejak 1999 hingga sekarang alias memasuki periode keempat. Saat menjadi Wakil Ketua DPR periode 2009-2014, Pram terbilang paling fleksibel saat meminpin Rapat Paripurna.

 

Rapat yang kaku biasanya menjadi cair dan berlangsung lancar. Termasuk kehebohannya saat akan mengesahkan RUU Pilkada menjadi Undang-undang, Pram turun ke bangku anggota dan melobi satu persatu anggota dewan. Usahanya memang kandas, tapi Pram sudah mengerahkan kemampuannya melakukan lobi-lobi.   

 

Bagi Pram, dalam politik tidak bisa keras-kerasan. "Dalam proses politik itu ada yang keras, ada bagian lunak. Kalau semua keras ya enggak bisa, harus ada yang lunak, dan bisa duduk bersama, akomodatif memikirkan itu," katanya. 

 

Pemilik nama lengkap Pramono Anung Wibowo itu mengaku kalau dirinya adalah wajah lunak politisi di DPR. "Ini kan wajah saya, wajah lunak," kata penyandang gelar doktor Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Padjajaran tersebut.

 

Sebelum menjalani karier di dunia politik, Pram berkiprah di dunia bisnis sebagai direktur di PT. Tanito Harum (1988-1996) dan PT. Vietmindo Energitama (1979-1982), serta komisaris di PT. Yudhistira Haka Perkasa (1996-1999). Karier politiknya dirintis dari bawah dengan bergabung menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Baca "Profil" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...