Profil Berita » Fahri Hamzah, Politisi Lugas yang Piawai Mengarahkan
Fahri Hamzah, Politisi Lugas yang Piawai Mengarahkan
Penulis : Iman Firdaus - Editor : Farid Kusuma Kamis, 27 November 2014 09:49:48

Pernyataannya di media massa atau media sosial yang kerap di ungkapkan, sering jadi bahan olok-olok bahkan serangan bertubi-tubi. Namun, Fahri Hamzah tampak tidak terlalu peduli dengan serangan itu. Dia tetap dengan gaya semula, lugas dan blak-blakan.

Fahri Hamzah, Politisi Lugas yang Piawai Mengarahkan
jurnal parlemen

 

Senayan - Seperti biasa, Rapat Paripurna berlangsung riuh rendah dengan puluhan interupsi yang saling bersahutan. Interupsi yang diajukan pun beragam, bahkan sering melenceng dari agenda yang sudah ditetapkan, yakni revisi Undang-undang MD3 untuk masuk ke Prolegnas dan dibahas bersama Pemerintah. 

 

Sadar banyak interupsi yang melenceng dari agenda rapat, Rabu (26/11), Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang bertindak sebagai pimpinan rapat pun tak segan mengingatkan. 

 

"Ini saya arahkan dulu. Di paripurna hanya meminta persetujuan, tidak ada perdebatan lagi. Malahan kalau perlu nanti ada tombol digital yang bisa dipencet anggota untuk menyatakan sikapnya, setuju atau tidak," seru politisi PKS itu.

 

Sikap Fahri yang terbilang tegas namun tetap lembut dalam memimpin Rapat Paripurna itu, menuai pujian dari sejumlah peserta rapat. Walhasil, rapat pun berlangsung tertib dan sesuai jadwal meski ada sekali perpanjangan waktu. 

 

Fahri Hamzah, kelahiran Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), 10 November 1971 itu, memang terbiasa dengan sikap lugas, cenderung blak-blakan. Itu yang membuatnya sering menjadi sasaran tembak lawan-lawan politiknya. 

 

Pernyataannya di media massa atau media sosial yang kerap di ungkapkan, sering jadi bahan olok-olok bahkan serangan bertubi-tubi. Namun Fahri, yang pernah duduk sebagai Wakil Ketua Komisi III periode 2009-2014 itu, tampak tidak terlalu peduli dengan serangan itu. Dia tetap dengan gaya semula, lugas dan blak-blakan.

 

Sebelum menjadi politisi Senayan, Fahri dikenal oleh sahabatnya sebagai demonstran angkatan 1998 yang tergabung dalam  Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (Kammi). Sejak mahasiswa, dia sudah mengasah kemampuan berpikir dan berargumen sebagai pengurus senat mahasiswa Universitas Indonesia (UI) beberapa periode. Lulusan Fakultas Ekonomi ini juga banyak terlbat dalam kegiatan akademis dan kecendekiawanan. 

 

Namun, di balik kesibukannya sebagai politisi, Fahri selalu menyempatkan diri menulis. Selama jadi anggota DPR, setidaknya ada dua buku berhalaman tebal yang sudah dia luncurkan, yaitu  "Kemana Ujung Century?"  berisi catatan penelusuran sebagai anggota Pansus Hak Angket Bank Century pada periode 2009-2014 lalu. 

 

Kemudian buku berjudul "Negara, Pasar dan Rakyat", dengan kata pengantar ekonom Dorodjatun Kuntjoro Jakti. Kedua buku tersebut tebalnya 641 dan 626 halaman. 

 

Fahri pernah mengungkapkan bahwa di rumahnya ada satu kamar yang disebutnya "kamar tidak tidur", yakni tempat untuk dia menghabiskan waktu berlama-lama membaca dan menulis. Mungkin itu sebabnya, Fahri tidak gentar dengan debat dan adu argumen karena selalu siap dengan sejumlah bahan dan referensi.

Baca "Profil" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...