Profil Berita » Nurhayati Ali Assegaf, Dukung Pemberantasan Korupsi sampai Sinetron
Nurhayati Ali Assegaf, Dukung Pemberantasan Korupsi sampai Sinetron
Penulis : Iman Firdaus - Editor : Farid Kusuma Senin, 29 Desember 2014 09:46:00

Di antara deretan politisi perempuan di Senayan, Nurhayati Ali Assegaf adalah salah satu yang cukup sering muncul di media. Sejak periode 2009-2014 silam, politisi Partai Demokrat ini sudah jadi incaran media.

Nurhayati Ali Assegaf, Dukung Pemberantasan Korupsi sampai Sinetron
jurnal parlemen

 

Senayan - Di antara deretan politisi perempuan di Senayan, Nurhayati Ali Assegaf adalah salah satu yang cukup sering muncul di media. Sejak periode 2009-2014 silam, politisi Partai Demokrat ini sudah jadi incaran media. 

 

Bisa dimaklum, lantaran wanita berhijab itu adalah orang dekat Ketua Umum Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pernah jadi Ketua Fraksi partai berlambang mercy tersebut.

 

Untuk periode ketiga ini, perempuan kelahiran Solo, Jawa Tengah, 17 Juli 1963 itu, terpilih sebagai Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP). Posisi yang tepat, karena Nurhayati lama di Komisi I yang membidangi masalah luar negeri dan pertahanan, dan ia juga dipercaya sebagai delegasi Women Parliamentarians of the Asean Inter-Parliamentary Assembly (WAIPA).

 

Sejak duduk di BKSAP, Nurhayati pun mengajak anggota DPR untuk bersih-bersih karena maraknya kasus korupsi yang melanda institusi negara. 

 

"Dari kasus-kasus korupsi, negara berkembang dirugikan sampai 5 triliun dollar AS, dan ironisnya urusan korupsi itu terjadi dalam lintas batas," katanya penuh semangat, pekan lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

 

Uang dari Indonesia teramat banyak yang dilarikan koruptor ke negara tetangga seperti Singapura. Sementara kita juga tidak ingin jadi tempat pencucian uang. Oleh karena itu, Nurhayati menekankan harus adanya upaya resiprokal dalam memberantas korupsi.

 

"Parlemen Indonesia tentu sangat mendukung sistem yang bersih untuk pemberantasan korupsi khususnya di Indonesia, dan negara-negara ASEAN pada umumnya," tegasnya.

 

Namun, sebagai lembaga yang bergelut dalam urusan luar negeri, korupsi bukan satu-satunya yang jadi perhatian, tapi budaya juga tak luput. Makanya, ketika para pemeran serial Maharabata datang ke Indonesia, para artis India itu diundang ke Kompleks Parlemen. 

 

"Saya senang baca buku Mahabarata. Konstituen saya suka nonton filmnya," katanya usai menerima para pemeran tokoh serial dari India tersebut. 

 

Meski senang dengan seni dari luar negeri, Nurhayati mengingatkan, bahwa Indonesia juga kaya akan budaya. Bahkan sinetron-sinetronnya mulai banyak digemari. 

 

"Kita kan punya serial 7 Manusia Harimau atau Babad Tanah Jawa, yang mulai digemari. Apalagi, ekonomi kreatif sudah dicanangkan oleh Presiden Jokowi. Saya yakin, budaya kita juga tidak kalah. Ini namanya soft diplomacy," katanya.

Baca "Profil" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...