Komisi III Berita » Ternyata Aspek Keamanan dan Penjagaan Napi di BNN Masih Belum Memadai
Ternyata Aspek Keamanan dan Penjagaan Napi di BNN Masih Belum Memadai
Penulis : Jay Waluyo - Editor : Farid Kusuma Kamis, 2 April 2015 06:15:03

Komisi III DPR RI , Rabu (1/4) sore melakukan kunker spesifik ke Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cawang, Jakarta Timur, untuk memantau perkembangan kasus kaburnya 10 napi dari sel BNN pada 31 Februari lalu.

Ternyata Aspek Keamanan dan Penjagaan Napi di BNN Masih Belum Memadai
jurnal parlemen

Memang tenaga pengamanan dan bangunan masih kurang. Tapi BNN tidak bisa lakukan perbaikan tanpa izin Polri karena gedung ini statusnya dipinjamkan

 

Senayan - Komisi III DPR RI , Rabu (1/4) sore melakukan kunker spesifik ke Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cawang, Jakarta Timur, untuk memantau perkembangan kasus kaburnya 10 napi dari sel BNN pada 31 Februari lalu.

 

Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsudin yang memimpin rombongan mengatakan, untuk menangkap seluruh napi yang kabur itu, Komisi Hukum telah meminta pihak Polri membantu pencarian bersama BNN.

 

"Besok kami akan rapat koordinasi dengan Polri untuk membantu kinerja BNN dari sisi keamanan," ujarnya di Kantor BNN.

 

Berdasarkan hasil pengamatan ini, Aziz berpandangan jika aspek pengamanan dan bangunan BNN untuk menjaga napi belum memadai. Kurangnya sarana dan prasarana pun diketahui akibat terbentur masalah administrasi.

 

"Memang tenaga pengamanan dan bangunan masih kurang. Tapi BNN tidak bisa lakukan perbaikan tanpa izin Polri karena gedung ini statusnya dipinjamkan," ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Anang Iskandar mengakui, jika selama ini pihaknya sangat kekurangan tenaga personel dalam mengamankan ruangan tahanan.

 

Dimana pengamanan selama ini hanya ada sembilan orang, dan petugas dari BNN tidak ada yang menjaga tahanan, sehingga anggota Polri yang mengambil peran pengamanannya.

 

"Untuk ke depannya, BNN akan meminta penambahan personel dan meminta pembangunan pagar agar tidak ada lagi tahanan yang melarikan diri," katanya.

Baca "Komisi III" Lainnya
Senin, 14 September 2015 09:45:26
Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

Ini Klarifikasi Ketua DPR terkait Pertemuan dengan Donald Trump

  Senayan - Ketua DPR RI Setya Nov...
Minggu, 6 September 2015 10:36:57
Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

Kehadiran Ketua DPR dalam Kampanye Presiden AS Picu Kontroversi

  Jakarta - Kehadiran Ketua DPR RI...
Jum`at, 24 April 2015 06:00:46
Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

Kritik Bank Dunia dan IMF, Sinyalemen Indonesia Merapat ke Tiongkok?

  Senayan - Wakil Ketua Komisi I D...
1234
Kamis, 8 Oktober 2015 02:35:06
Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

Setahun Berjalan, Ini Indeks Prestasi Pemerintahan Jokowi-JK versi Indo Barometer

  Jakarta - Pemerintahan Joko Wido...
Rabu, 30 September 2015 21:41:02
Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

Ini Catatan SDI terhadap Paket Kebijakan Ekonomi Jilid II

  Jakarta - Pemerintah baru saja m...
Kamis, 16 Juli 2015 10:51:47
Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

Pengamat: BI Rate Tinggi, Dunia Usaha Semakin Tertekan

  ‪‬Senayan - Pengamat Ekonomi...
Minggu, 17 Mei 2015 12:15:20
Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

Peningkatan Angka Kelahiran di Indonesia Bagai Pisau Bermata Dua

  Manado - Pengabaian terhadap Pro...
1234
AGENDA KEGIATAN
Senin, 19 Oktober 2015
Rapat Perdana Pansus Pelindo II
Senin, 23 Maret 2015
Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan III
Senin, 23 Maret 2015
Rapat Pimpinan Komisi III DPR RI


Meskipun UU Desa menyatakan bahwa pelaksanaan Dana Desa dapat dilakukan secara bertahap, namun dengan alokasi hanya sebesar Rp 9,1 Triliun, atau hanya 1,4 persen dari Dana Transfer Daerah, itu berarti pemerintahan sekarang ini belum mampu menjawab semangat UU Desa

Budiman Sudjatmiko Kritisi RAPBN 2015
Iklan Gratis
TVJurnalParlemen TV CameraBeritaFoto

Ketua DPR Tinjau Daerah Tambang Emas Pongkor

CursorTerpopuler

Komisi III F-PKS: Hukum Islam Sangat Layak Diakomodir dalam Hukum Nasional

  Senayan - Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil memandang Hukum Islam seharusnya mampu memberikan warna terhadap hukum nasional. Pandangan seperti itu disampaika...